Penipuan Modus Pembagian Sembako Mulai Marak Terjadi - Kabar Surabaya

Breaking

Thursday, May 7, 2020

Penipuan Modus Pembagian Sembako Mulai Marak Terjadi

Penipuan Modus Pembagian Sembako Mulai Marak Terjadi

Kabar Surabaya -  Saat ini Pemerintah Kota Surabaya sudah mulai melakukan distribusi Bantuan Paket Sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Paket berupa bahan pokok, seperti beras, gula, mie instan dan bumbu pecel mulai diterima masyarakat secara bertahap. Namun, sayangnya ada saja segelintir oknum yang mencoba memanfaatkan moment pembagian sembako ini untuk melakukan perbuatan yang tidak terpuji.


Kejadian naas ini dialami oleh Kakek Jumari pada Hari Rabu (06/05/2020) pagi kemarin. Saat itu kakek dengan dua cucu ini sedang berada diruang tamu rumahnya. Suasana lingkungan rumah Kakek Jumari yang berada di Jalan Kali Rejo ini memang cukup sepi pada pagi pagi. Hal ini dikarenakan banyak warga di kampung tersebut yang sudah berangkat untuk beraktifitas.

Sekitar pukul 10.00wib tiba-tiba pintu rumahnya diketuk oleh dua orang pria berpakaian necis sambil membawa map kertas. Dengan sopan kedua pria tersebut memperkenalkan dirinya dan menjelaskan maksud kedatangannya kepada Kakek Jumari. Mereka mengutarakan ingin memberikan paket sembako kepada kakek Jumari.



Namun anehnya mereka ingin agar akek yang rambutnya sudah memutih ini mencuci muka terlebih dahulu. Mereka beralasan agar Kakek Jumari bebas dari Virus COVID-19 sebelum menerima paket sembako yang akan mereka bagikan.

Entah mengapa, sepertinya Kakek Jumari ini menurut saja apa yang diperintahkan oleh kedua oknum tersebut. Dengan sigap beliau pergi ke kamar mandi guna membasuh muka dengan air bersih. Setelah kurang lebih 5 menit Kakek Jumari segera kembali ke ruang tamu untuk menemui kedua tamunya lagi.


Sayangnya, kedua tamu yang berjanji untuk memberikan paket sembako tersebut sudah tidak tampak lagi diruang tamu rumahnya. Kakek Jumari lantas mencoba mencarinya hingga ke depan rumah, namun tetap saja kedua tamunya sudah tidak ada. Mereka seakan menghilang bak ditelan bumi.

Alangkah terkejutnya Kakek Jumari saat mendapati kedua handphone milik cucunya yang ada di meja ruang tamu juga ikut raib. Kakek Jumari langsung melaporkan kejadian yang dialaminya ini kepada RT setempat. Lalu laporannya diteruskan kepada pihak Kepolisian, yang siang itu langsung merespon laporan Kakek Jumari dengan mendatangi korban dan meminta keterangan secara langsung.


Sekali lagi admin ingatkan, bahwasanya modus penipuan semacam ini akan semakin banyak terjadi. Untuk itu dimohon kepada masyarakat untuk terus menggalakkan keamanan lingkungannya masing-masung.Termasuk apabila ada orang asing yang tidak dikenal akan masuk ke dalam lingkungan pemukiman. Bisa ditanya dulu keperluannya apa, serta mau bertemu dengan siapa.

Kepada pemilik rumah, jangan sekali-sekali membukakan pintu rumah apabila kedatangan tamu yang tidak dikenal ini tanpa didampingi oleh perangkat warga setempat seperti RT/RW dan tokoh masyarakat lainnya. Terutama apabila mereka bermaksud melakukan survey, bagi sembako maupun tujuan yang lain. (Yanuar Yudha)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad