Walikota Risma : Suruh Bayar Dia..!!! (Kasus Kerusakan Pipa PDAM Gunung Anyar) - Kabar Surabaya

Breaking

Tuesday, May 19, 2020

Walikota Risma : Suruh Bayar Dia..!!! (Kasus Kerusakan Pipa PDAM Gunung Anyar)

Walikota Risma : Suruh Bayar Dia..!!! (Kasus Kerusakan Pipa PDAM Gunung Anyar)


Kabar Surabaya - Banyak orang yang bisa belajar dari pengalaman masa lalu atau belajar dari pengalaman orang lain. Hal ini agar tidak perlu mengulang kesalahan atau kegagalan yang pernah dilakukan oleh orang lain. Namun, hal ini ternyata tidak berlaku bagi kontraktor Adhi Karya saat menggarap Proyek Pembangunan Universitas Sunan Ampel II (UINSA) yang berada di kawasan Gunung Anyar Kota Surabaya.



Saat ini pembangunan Proyek gedung Universitas Islam Negeri ini memasuki tahap pemasangan tiang pancang. Sayangnya pada tahap tersebut, salah satu dari tiang pacang yang ada menyenggol pipa air milik PDAM yang berdiameter 1000mm. Akibatnya cukup fatal, tiang pancang ini mengakibatkan Pipa PDAM tersebut pesok dan bocor pada salah satu sisinya.

Akhirnya yang menjadi korban adalah masyarakat juga. Diperkirakan 30.000 pelanggan PDAM Kota Surabaya mengalami krisis air bersih sejak hari Minggu siang. Hal ini tentu sangat meresahkan, mengingat saat ini Kota Surabaya sedang di rundung oleh masalah Virus COVID-19 yang tak kunjung usai.



Dalam kesempatan ini Rektor UINSA Masdar Hilmy meminta maaf kepada semua masyarakat Kota Surabaya yang terdampak akibat jebolnya pipa PDAM yang diakibatkan oleh proyek pembangunan kampusnya. Menurutnya, sebelum proyek pembangunan kampus ini dimulai, dirinya sudah melakukan rapat berkali-kali dengan pelaksana proyek Adhi Karya. Bahkan saat juga langsung ber-audiensi dengan Walikota Surabaya dan Direktur Utama PDAM. Namun entah mengapa, kesalahan ini masih bisa terjadi.

Mujiman selaku Dirut PDAM Swasembada juga menegaskan, bahwa pihaknya telah memberikan rambu-rambu kepada pelaksana proyek mengenai jalur-jalur pipa PDAM. Namun ternyata pihak pelaksana proyek, melanggar jalur yang seharusnya tidak boleh di sentuh. Hal inilah yang kemudian membuat bencana bagi 30.000an orang.



Sejak kejadian rusaknya pipa PDAM pada Hari Miggu (17/05/2020) siang, saat ini proses perbaikannya sudah memasuki hari ke-3. Dari pantauan dilapangan, tampak kondisi pipa sudah bisa terdeteksi kerusakannya. Hal ini dikarenakan kubangan air akibat kebocoran air sudah di kuras. 

Sebanyak 50 personil di terjunkan untuk mempercepat proses perbaikan pipa PDAM ini. Selain itu dua alat berat juga tampak berada dilokasi. Baru pada siang ini (Selasa 19/05/2020) proses pengelasan pipa yang rusak bisa dikerjakan. Harapannya pada hari ini pula proses perbaikan pipa PDAM berdiameter 1000mm ini bisa selesai sepenuhnya.



Bagaimana tanggapan Walikota Surabaya ketika mendengar kejadian ini..???. Ternyata beliau langsung terkejut dan sedikit marah. Beliau meminta pelaksana proyek untuk bertanggung jawab sepenuhnya. Apalagi saat ini suasana Kota Surabaya sangat membutuhkan pasokan air bersih, mengingat sedang ada pandemi corona. Bukan hanya rumah tangga, Puskesmas dan Rumah Sakit juga sangat membuthkan pasokan air bersih

"Itu resiko pelaksana proyek, SURUH BAYAR DIA..!!!,"   

25 comments:

  1. Pas peristiwa ambrolnya jalan saat proyek RS. SILOAM
    Yang bayarbiaya perbaikan siapa ya...??
    Denger2 anaknya punya peran di proyek itu...!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang bayar ya si pelaksana proyek lah, pakai sumber bro kalau ngomong https://m.detik.com/news/berita-jawa-timur/d-4353414/tanggung-jawab-kontraktor-proyek-rs-siloam-di-amblesnya-jalan-gubeng

      Delete
    2. Kok saat itu gak GALAK ya.....?

      Delete
    3. Kok saat itu gak GALAK ya.....?

      Delete
    4. Kok saat itu gak GALAK ya.....?

      Delete
    5. Kok saat itu gak GALAK ya.....?

      Delete
    6. Gak galak?
      Bukannya turun langsung kelapangan dan marah2???

      Delete
  2. Ya ngawur itu,asal bangun ngak mikir smua itu ada tatanan dan aturannya,,sampai pecahkan.pipa air,PDAM itu,merugikan orang banyak,di beri teguran dan denda,atau hentikan biar ngak nganggu fasilitas umum

    ReplyDelete
  3. hahahhahahhaha hhihiihihih huhuhuhuhuhu hohohohoho sby kota bersih dr korup dr nepotisme .... semogaaaaaaa

    ReplyDelete
  4. jelas gak ngaruh lah.
    adhi karya itu persero milik negara.
    mo tekor juga oke, asal kesohor.
    coba kalo yang ngerjian swasta...
    editor artikel gak paham rupanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. editor sm penulisnya bener2 ga paham soal dunia proyek. yg penting ada berita panas langsung asal jadi artikel aja, ga peduli itu benar realitanya atau nggak.

      Delete
    2. Apa Pak Rian tau rasanya wilayah zona merah yg airnya gag ada tau ngak. Saya tau karena saya mengalaminya. Ngak ada urusan dunia proyek ato apapun salah ya salah. Tempat saya ini yg rapidtest banyak yg reaktif yg meningal karena positif juga ada. Ini masalah nyawa gag ada urusan sama dunia proyek. Kalo misalnya salah ya bekukan saja proyeknya selama setahun. Berhentikan pimpinan proyek suruh tanggung jawab. PDAM juga sama berhentikan pimpinan karena ini bukan kali pertama terjadi. Maret lalu sampe 5 hari kita nungu air. Kemarin bisa minta ke tetangga yg punya sumur. La kalo tetangga kita yg kita minta sekarang ODP?? Mau minta siapa air. Kebodohan yg diulang disaat yg tidak tepat. Sudah berhentikan saja semua yg bertanggung jawab. Biasanya warga ditempat saya jarang berinteraksi sosial distancing. Kemarin waktu gag ada air kami sama2 cari air ditempat sama. Kalo covid menyebar lagi ditempat tinggal saya semua salah Pimpinan PDAM dan Pelaksana Proyek Adi Karya

      Delete
    3. Proyek besar pasti Ada asuransi CAR IAR liability dll, udh ah gak ush banyak es cincau gan...

      Delete
  5. Masyaallooh,,cba d malang sikap walikota nya kayak gini.
    Mulai januari 2020 sampai sekarang sdh 5 perbaikan pipa PDAM d Tlogowaru kedung kandang Malang belum selesai -selesai. Krisis air bersih

    ReplyDelete
  6. Cabut IZIN USAHA kontraktor badan universitasnya serta Penjarakan semua owner sampai pelaksana

    ReplyDelete
  7. Smoga segera selesai perbaikannya, dan jadi pelajaran berharga....

    ReplyDelete
  8. Harus begitu bu risma, owner sama kontraktornya biar urunan. Pdam charge saja dengan harga tinggi. Kita penduduk sekitar jadi korban hasil kerja mereka. Sikat saja lah...

    ReplyDelete
  9. Semua pekerjaan kalau mematuhi aturan, tidak akan tumpang tindih, yg salah memperbaiki seperti semula, beres to, tidak perlu membandingkan sana sini. Ayo belajar patuhi dan tertib aturan.

    ReplyDelete
  10. Umkwon iki sopo sih sakjane..kok koyok gak sueneng ambek emak....ngecemes ae lambene

    ReplyDelete
  11. koment memang gampang,asal ngablak sebab cuman nonton,tidak ada beban, tidak seperti pemain or pelaku,tapi jika komentarnya logis bagus serta ilmiah bisa jadi komentator lho

    ReplyDelete

Post Bottom Ad