Surabaya Kembali Kehilangan Tenaga Medis Akibat COVID-19 - Kabar Surabaya

Breaking

Monday, May 18, 2020

Surabaya Kembali Kehilangan Tenaga Medis Akibat COVID-19

Surabaya Kembali Kehilangan Tenaga Medis Akibat COVID-19

Kabar Surabaya - Saat ini Kota Surabaya sedang dalam masa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jilid 2. PSBB ini akan berakhir pada tanggal 25 Mei 2020 mendatang. Dengan adanya PSBB ini, harapannya masyarakat bisa lebih mematuhi himbauan-himbauan dari pemerintah. Karena himbauan itu tujuan akhirnya hanya satu, yaitu memutus mata rantai penyebaran COVID-19 yang saat ini sudah dalam taraf yang mengkhawatirkan.



Korban dari Virus COVID-19 ini sudah sangat banyak. Hingga saat ini korban meninggal dunia akibat COVID-19 di Indonesia berjumlah 1.148 orang Para korban yang meninggal ini sangat beragam, mulai yang berumur anak-anak, dewasa, manula. Hingga yang berprofesi sebagai pejabat, pengusaha, masyarakat umum sampai ke tenaga medis sekalipun.

Pada hari ini, Kota Surabaya kembali kehilangan tenaga medis-nya. Tenaga Medis yang berprofesi sebagai perawat ini meninggal dunia akibat serangan Virus COVID-19. Perawat ini sehari-hari bertugas di Rumah Sakit Royal Kota Surabaya. Sudah selama dua tahun beliau bertugas disana, hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada Hari Senin (18/05/2020) pada pukul 10.50wib.



Meninggalnya perawat RS.Royal yang memiliki nama lengkap Ari Puspita Sari S.Kep ini sebelumnya sudah mulai dikhawatirkan oleh rekan sejawatnya di RS.Royal. Hal ini tampak dalam vidio yang beberapa hari ini tersebar cukup viral di media sosial. Di dalam vidio tersebut bertuliskan narasi "Perawat dari RS Royal Surabaya dinyatakan Positif COVID-19. Saat ini kondisinya sedang mengandung (hamil) 4 bulan. Kemungkinan untuk selamat kecil sekali karena saat ini pasien sudah menggunakan respirator untuk membantu pernafasan. Mohon doanya kepada seluruh masyarakat agar ibu dan calon bayi bisa selamat. Semoga akan ada Mukzizat Tuhan".



Kronologis terpaparnya Almarhummah Ari oleh Virus COVID-19 ini berawal dari seminggu yang lalu. Saat itu perawat Ari mengeluhkan sakit dengan salah satu tanda dari serangan Virus COVID-19. Setelah itu pihak RS.ROYAL lalu mengisolasi perawat Ari di ruangan khusus. 

Namun, setelah menjalani perawatan selama tiga sampai empat hari, kondisi perawat Ari semakin memburuk. Akhirnya perawat Ari harus dilarikan di Rumah Sakit Angkatan Laut dr.Ramelan guna mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Pe-rujukan perawat Ari ke RSAL ini dilakukan pada hari Sabtu. Peristiwa dibawanya perawat Ari inilah yang kemudian diabadikan oleh rekannya dan vidionya menjadi viral di media sosial.



Setelah menjalani perawatan di RSAL selama dua harian, akhirnya perawat Ari meninggal dunia. Sebelum perawat Ari meninggal dunia, bayi yang ada didalam kandungannya terlebih dahulu meninggal dunia pada senin pagi. Lalu pada Senin siang (10.50wib) perawat Ari juga meninggal dunia menyusul sang buah hatinya. 

Berita meninggalnya perawat dari RS.Royal Surabaya ini dibenarkan oleh juru bicara RS Royal : dr.Dewa Nyoman SutayanaSH, MHKes Mars. Menurutnya perawat Ari ini sudah mengeluhkan salah satu gejala COVID-19 pada seminggu lalu. Setelah dirawat di RS Royal semala 3-4 hari kondisinya semakin memburuk. Akhirnya di rujuk ke RSAL.   

"Namun pada akhirnya kami kehilangan Perawat Ari untuk selamanya. Ini peristiwa berat bagi kami, namun kami harus tetap semangat untuk membantu masyarakat,". (Yanuar Yudha)

1 comment:

Post Bottom Ad