Ini Penyebab Sebenarnya Gugurnya Tiga Tenaga Medis Surabaya Dalam Waktu Hampir Bersamaan - Kabar Surabaya

Breaking

Thursday, May 21, 2020

Ini Penyebab Sebenarnya Gugurnya Tiga Tenaga Medis Surabaya Dalam Waktu Hampir Bersamaan

Ini Penyebab Sebenarnya Gugurnya Tiga Tenaga Medis Surabaya Dalam Waktu Hampir Bersamaan

Kabar Surabaya - Saat ini Kota Surabaya sedang gencar-gencarnya melaksanakan kegiatan Rapid Test secara masif. Hal inilah yang akhirnya mengakibatkan grafik pertumbuhan pasien positif di Kota Pahlawan ini selalu bertambah besar setiap harinya. Di tambah lagi dengan metode sarang tawon yang saat ini diterapkan oleh Pemkot Surabaya, dimana ada satu pasien dinyatakan positif, maka semua orang didalam lingkungan tersebut akan di test secara menyeluruh.



Dengan bertambah banyaknya pasien yang dinyatakan positif COVID-19, otomatis akan memerlukan pula sejumlah tenaga medis yang cukup besar untuk menanganinya. Namun, sayangnya saat ini banyak pula tenaga medis yang sudah berguguran akibat dari serangan Virus COVID-19 ini, entah itu dokter maupun perawat.   

Kondisi seperti ini banyak terjadi di Indonesia. Mereka yang bertugas di garda terdepan ini harus gugur akibat serangan Virus Corona yang tidak kasat mata. Hal ini rupanya juga terjadi di Kota Surabaya. Mulai dari Dokter atau perawat, banyak yang sudah berguguran akibat Virus Corona ini.



Seperti halnya pada seminggu ini saja. Dalam waktu dua hari, Kota Surabaya sudah kehilangan tiga tenaga medis dari tiga rumah sakit yang berbeda. Mereka ini terdiri dari Dokter dan para perawat. Tragisnya ada salah satu perawat yang gugur pada saat beliau sedang dalam kondisi hamil empat bulan.

Perawat yang gugur dalam keadaan hamil empat bulan ini adalah Ari Puspitasari yang bekerja di RS.Royal Surabaya. Beliau meninggal dunia pada Hari Senin (18/05/2020) pada pukul 10.50wib. Pada awalnya perawat yang telah bekerja selama dua tahun ini dirawat di RS.Royal. namun karena keadaannya semakin memburuk, maka di rujuk ke RSAL. Hingga akhirnya gugur di sana. 



Pada hari yang sama, Kota Surabaya juga kehilangan seorang dokter senior yang bernama dr.Boedhi Harsono. Dokter yang bekerja di National Hospital Surabaya ini meninggal dunia pada pukul 22.06wib. Dokter Boedhi ini pada saat sebelum meninggal dunia sempat dilarikan ke ICU bersama sang istri yang waktu itu keadaannya sama-sama kritis.

Mereka berdua sudah dipasangi alat ventilator untuk membantu pernafasan. Namun akhirnya dr.Boedhi Harsono harus meninggalkan istrinya yang bernama dr.Theresia Muktiwidjojo. Dr.Boedhi ini sebenarnya sudah tidak lagi berkerja karena faktor usia yang sudah 60 tahun dan adanya penyakit penyerta yang dideritanya. Namun ketika dilakukan test terakhir beliau dinyatakan positif COVID-19, demikian halnya dengan istrinya yang merupakan ahli specialis jantung.



Namun kabar terakhir yang admin dapatkan, saat ini kondisi dr.Theresia Muktiwidojo sudah berangsung membaik. Meskipun demikian beliau masih harus di rawat secara khusus karena juga dinyatakan positif COVID-19.

dr.Boedhi Harsono merupakan dokter ke 27 di Indonesia yang telah gugur akibat COVID-19. Dan merupakan dokter ke 2 yang gugur di Kota Surabaya setelah dokter Berkatnu Indrawan Janguk yang meninggal pada bulan lalu.        



Pada hari Rabu (20/05/2020) kemarin Kota Surabaya juga kehilangan salah satu perawat senior yang sudah belasan tahun mengabdi di Rumah Sakit dr.Soewandhi Surabaya. Suhartatik.AMd.Kep adalah salah satu perawat yang bekerja di bagian Stroke Unit dan sudah satu bulan ini diliburkan karena memang memiliki penyakit bawaan (komorbid). Penyakit bawaan yang diderita oleh  peraat Suhartatik adalah asma dan maag.

Kebijakan libur ini memang sudah ketentuan dari Pemkot Surabaya. bahwa pasien yang memiliki penyakit bawaan, hamil, maupun yang berusia diatas 58 tahun akan dianjurkan untuk tidak masuk terlebih dahulu selama pandemi Virus Corona ini.

Sebenarnya perawat Suhartatik telah menjalani rapid test dua kali dengan hasil negatif. Saat kondisinya semakin memburuk, beliau dilakukan test SWAB. Namun, sampai beliau gugur, hasilnya belum keluar.(Yanuar Yudha)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad