Pemerintah Akan Libatkan 430.000 TNI - POLRI Untuk Penerapan Tatanan New Normal - Kabar Surabaya

Breaking

Thursday, May 28, 2020

Pemerintah Akan Libatkan 430.000 TNI - POLRI Untuk Penerapan Tatanan New Normal


Kabar Surabaya - Dalam waktu dekat ini Pemerintah Republik Indonesia akan memulai untuk menerapkan Tatanan New Normal di masyarakat. Pada tahap awal akan ada 4 Provinsi dan 25 Kabupaten / Kota yang akan menerapkan konsep baru tersebut. Tatanan New Normal ini pada dasarnya adalah mengembalikan semua aktifitas yang dulunya harus diperketat atau di tutup selama pandemi Virus COVID-19 ini berlangsung.



Dengan adanya Tatanan New Normal ini, maka fasilitas umum yang tadinya ditutup akan kembali dibuka. Seperti halnya sekolah, tempat ibadah, Mall, tempat wisata, restoran, kantor, pabrik dan beragam tempat lainnya akan dibuka kembali secara normal. Namun, meskipun semua fasilitas umum tersebut akan dibuka kembali secara normal, aturan protokol kesehatan tetap akan diterapkan secara ketat.

Konsep penerapan Tatanan New Normal ini memang tidak bisa dilepaskan dari penerapan protokol kesehatan juga yang cukup ketat. Mulai dari cuci tangan, pemakaian masker dan Physical Distancing, semuanya wajib dilaksanakan dengan ketat. Untuk mengingatkan agar masyarakat benar-benar mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan , maka pemerintah akan menugaskan unsur TNI - POLRI guna membantu proses penerapan Tatanan New Normal ini.



Pemerintah rupanya tidak main-main dalam pelibatan unsur TNI - POLRI ini. Rencananya akan ada 430.000 personel yang akan dilibatkan untuk penerapan Tatanan New Normal ini. Mereka akan bertugas untuk mendorong, mengingatkan dan mengawasi masyarakat agar disiplin untuk melaksanakan protokol kesehatan yang telah ditentukan.

Para personel TNI - POLRI ini akan ditempatkan diberbagai fasilitas umum, seperti Mall, Pasar Tradisional maupun lokasi wisata yang ada di 4 Provinsi dan 25 Kabupaten / Kota yang akan menerapkan konsep Tatanan New Normal tersebut. dari hitungan awal, akan ada sekitar 1.800-an objek lokasi yang akan di awasi oleh para personel ini.



Doni Monardo, selaku Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengatakan bahwasannya pelibatan unsur TNI - POLRI di tempat keramaian ataupun pada fasilitas umum bukanlah untuk membuat masyarakat menjadi takut ataupun khawatir. Namun mereka hanya bertugas  untuk mengingatkan masyarakat agar benar-benar mematuhi protokol kesehatan yang telah diterapkan secara disiplin.

Lebih lanjut Doni Monardo juga tidak memungkiri bahwasannya kehadiran aparat dari TNI - POLRI ini akan bisa menimbulkan gesekan di masyarakat. karena mereka memang akan terlibat dan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Seperti halnya mereka akan benar-benar melakukan pengecekan suhu tubuh bagi masyarakat yang akan memasuki fasilitas umum tertentu. 



Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan adalah lebih mengedepankan komunikatif serta pendekatan secara humanis dan persuasif. Jadi, mereka akan lebih melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat di berbagai fasilitas umum. Langkah edukasi kepada masyarakat akan lebih diutamakan daripada langkah penegakan hukumnya. 

Namun, pihak aparat akan tetap menindak secara tegas apabila ada masyarakat yang tidak mau mematuhi protokol kesehatan yang telah ditentukan. Karena, meskipun negara akan menerapkan Tatanan New Normal, bukan berarti Virus COVID-19 ini telah berakhir. Ancaman tersebut setiap saat selalu ada.

Oleh karena itu, semua aktifitas yang akan dilaksanakan saat New Normal nanti diberlakukan haruslah benar-benar dibarengi dengan kepatuhan untuk mematuhi protokol kesehatan yang telah ditentukan. (Yanuar Yudha)

1 comment:

Post Bottom Ad