Walikota Risma dan Gubenur Khofifah Adu Bukti Soal Mobil PCR... Bukti Siapa Yang Paling Kuat...? - Kabar Surabaya

Breaking

Saturday, May 30, 2020

Walikota Risma dan Gubenur Khofifah Adu Bukti Soal Mobil PCR... Bukti Siapa Yang Paling Kuat...?


Kabar Surabaya - Pandemi Virus COVID-19 yang sudah 2 bulan menyerang Indonesia ini benar-benar membuat dampak buruk bagi masyarakat. Bahkan saat ini, untuk Kota Surabaya sendiri telah menjadi epicentrum penyebaran Virus Corona bagi Provinsi Jawa Timur. Hal ini disehabkan karena penularan Virus Corona di Kota pahlawan ini  yang masih cukup tinggi.


Kesulitan yang paling dirasakan oleh Kota Surabaya saat ini adalah lamanya hasil pemeriksaan SWAB yang sebelumnya telah dilakukan kepada pasien. Hal ini seperti yang disampaikan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kepada Kepala Gugus Tugas Pusat Doni Monardo. Dalam pesan singkat yang dikirimnya, Wali Kota Risma menjelaskan bahwa beliau telah memeriksa 1000 orang. Namun hasil yang keluar baru 200-an orang. Padahal sudah ditunggu selama 3 minggu.

Selain berkirim teks secara langsung kepada Doni Monardo Wali Kota Risma juga mengirimkan surat dengan nomor : 443//4761/436.7.2/2020. Surat ini dengan tegas mengatakan ; Permohonan bantuan SWAB dengan mobil PCR. Surat ini ditujukan Kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana Jawa Timur dan ditembuskan kepada Kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Isi Surat tersebut adalah; Dalam rangka mendukung penanganan pasien COVID-19 di Kota Surabaya, kami sangat membutuhkan pemeriksaan SWAB untuk masyarakat. Sehubungan dengan hal tersebut diatas, kami mohon dapatnya diberikan bantuan pemeriksaan SWAB dengan menggunakan 2 unit Mobile Combat COVID-19.. Demikian atas perhatian dan bantuannya kami ucapkan terimakasih.

Setelah berkirim teks dan surat resmi tersebut, akhirnya Kepala Gugus Tugas Pusat, Doni Monardo merespon permintaan Wali Kota Risma dengan mengirimkan 2 unit Mobil CPR.


Dari sinilah kemudian timbul perselisihan tentang penggunaan ke 2 unit mobil tersebut. Wali Kota Risma sangat marah saat mengetahui kalau kedua mobil tersebut ternyata juga dibawa ke kota lain. Padahal menurutnya mobil tersebut atas permintaannya kepada Ketua Gugus Tugas Pusat. Dan mobil tersebut sangat diprioritaskan untuk Kota Surabaya yang memang tingkat penyebaran COVID-19-nya paling tinggi.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jatim juga merasa kalau ke 2 mobil tersebut adalah hasil permintaannya juga kepada Ketus Gugus Tugas Pusat, Doni Monardo. Hal inilah yang membuat pihaknya merasa berwenang untuk mengatur kemana saja jadwal mobil tersebut digunakan. Baik di Kota Surabaya maupun di kota lainnya.


Tidak mau kalah dengan Pemkot Surabaya, Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga memaparkan bukti surat yang menuliskan tentang permintaan bantuan kepada Ketua Gugus Tugas Pusat. Surat tersebut bernomor 00/34/COVID-19/V/2020. Surat ini ditujukan kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pusat.

Surat yang diajukan oleh Gubenur Khofifah ini bertuliskan : Menindaklanjuti hasil rapat koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Jawa Timur dengan MPS, Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, BBLK, BBTKL, ITD serta 18 rumah sakit dengan kemampuan pemeriksaan laboratorium RT-PCR, maka dengan ini kami sampaikan :


1. Permohonan mesin RT-PCR sebanyak 15 unit. (Merk abbot]; 580 atau roche cobas Z 480)
2. Permintaan cartridge sejumlah 3.500 buah bagi rumah sakit yang memitiki kemampuan melakukan TCM GeneXpert.

Bukti surat inilah yang kemudian dipakai sebagai klarifikasi kepada masyarakat luas, bahwasannya ke-2 unit mobil tersebut adalah memang hasil permintaan langsung dari Gubenur Khofifah. Namun dalam surat tersebut tidak menjelaskan mengenai Mobil PCR seperti yang Pemkot Surabaya tulis dalam suratnya. (Yanuar Yudha)

10 comments:

  1. Seharusnya bu ipah tetap prioritaskan utk surabaya yg memang kasusnya tertinggi. Urgensinya apa kirim ke kota2 lain di jatim?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepakat.

      Sudah sejak awal menjabat si Ipah nyinyirin Bu Risma mulu.

      Kayaknya urgensi-nya iri dengki dan kepentingan politik

      Delete
  2. Udh tau surabya lg perlu krn penderita corona mningkat.. Kalau Sby ga diselesaikan dluan ya alamat se Jatim kena juga.. Pusat nya di SBY kok.. Goblok yg ga utamain SBY.!!

    ReplyDelete
  3. Apa pemkot Sby gk punya anggaran buat beli sendiri, pendapatan sby yg gede buat apa,? apa mau dihabiskan ama walikota dan partainnya. kok serakah amat sih��������

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan asal bicara, justru dana pemerintah Surabaya dikembalikan, yang serakah itu junjungan mu itu suka iri dan mendeskriminasi karena egoisme politik.

      Delete
  4. Miss komunikasi saja 2 ibu2 yg hebat, yg sungguh2 bekerja. Cuma beda gaya aja. Tinggal perbaiki komunikasi.

    ReplyDelete
  5. Yang salah pihak gugus tugas

    ReplyDelete
  6. Tanyakan ke ketua gugus tugasnya dia mengirim mobil pcrnya utk yg atas permintaan siapa...dr situ nanti kan jelas...

    ReplyDelete
  7. Bu Ipah, satu periode saja ya. Jangan lama lama.

    ReplyDelete

Post Bottom Ad