Tentang Tsunami 30 Meter yang Akan Terjadi Di Pesisir Jatim. BMKG : Semua Berdasarkan Data - Kabar Surabaya

Terbaru

Friday, June 4, 2021

Tentang Tsunami 30 Meter yang Akan Terjadi Di Pesisir Jatim. BMKG : Semua Berdasarkan Data

Tentang Tsunami 30 Meter yang Akan Terjadi Di Pesisir Jatim. BMKG : Semua Berdasarkan Data


Kabar Surabaya - Beberapa hari belakangan ini warga Provinsi Jawa Timur (Jatim) dikejutkan dengan adanya pemberitaan mengenai kemungkinan terjadinya tiga bencana alam besar yang sangat menakutkan. Tiga bencana besar ini kemungkinan akan terjadi di kawasan pesisir pantai selatan. Oleh karena itu msyarakat yang bermukin dikawasan pantai diharapakn untuk lebih berhati-hati lagi dan selalu tanggap terhadap kemungkinan terjadinya bencana.

 

Sebgaimana diungkapkan oleh Dwikorita Karnawati, selaku Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dihadapan Komisi V DPR RI, saat menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada hari Kamis (3/5/2021) kemarin. Dalam RDP tersebut Dwikorita menegaskan bahwa kabar adanya bencana besar tersebut bukanlah untuk menakut-nakuti.

 

Berita yang beredar tersebut adalah potensi dan skenario terburuk yang kemungkinan besar akan terjadi. Ketiga bencana yang mengerikan tersebut adalah gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 8.9. Terjangan Tsunami dengan ketinggian 30 meter dan Cuaca ekstrim akibat siklon tropis yang bisa mengakibatkan hujan deras.

 

Dwikorita juga memaparkan bahwa potensi terjadinya bencana tersebut juga dikarenakan terjadinya peningkatan aktivitas gempa bumi di pesisir selatan Jatim. Bahkan tim dari BMKG juga sudah langsung turun ke lokasi, mereka sudah menemui Gubenur Jatim Khofifah Indar Parawanda serta semua Bupati yang berada dikawsan terdampak potensi bencana tersebut.

 

Dalam kesempatan tersebut, Dwikorita juga memaparkan bahwa release mengenai berita potensi bencana tersebut sudah sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Wiidodo, kalau ada informasi mengenai bencana atau ada hal yang membahayakan wajib di sampaikan, jangan malah ditutup-tutupi. 


"Dan yang telah kami sampaikan itu merupakan skenario, skenario yang terburuk, namun bukan berarti itu akan terjadi. Bisa saja tidak akan terjadi. Tapi karena namanya tindakan mitigasi, maka harus berjaga-jaga untuk kemungkinan yang terburuk. Kalau menghadapi yang terburuk sudah terlatih, Insya Allah kalau ada kejadian ringan-ringan, otomatis akan lebih mudah untuk penyelamatannya. Jadi mohon maaf. Kami akan terus melakuka n peningkatkan upaya-upaya tersebut," lanjutnya.


Senada dengan BMKG, ahli dari Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS)  Profesor Profesor Amin Widodo menjelskan bahwa secara geologi, Indonesia ditekan oleh 3 lempengm sehingga bisa diibaratkan seperti tumpukan papan yang ditekan oleh 3 buldoser dari 3 arah, dari arah Utara, Selatan dan Timur dengan kecepatan rata-rata 2 hingga 7 cm pertahun. Kondisi ini sudah berlansung selama jutaan tahun lalu sebelum manusia ada.

 

"Jadi, ini memang sudah jadi pilihan leluhur kita yang sudah ratusan tahun di Indonesia. Gempa besar yang kemungkinan akan terjadi di laut bisa memicu terjadinya tsunami, jadi, semua Kabupaten/Kota di seluruh Jatim harus segera menyiapkan diri terhadap kemungkinan terjaninya gempa besar dan tsunami".

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad