Pemkot Surabaya Lakukan Cara Ini Untuk Atasi COVID-19, Lima Kecamatan Mulai Keluar Zona Merah - Kabar Surabaya

Breaking

Tuesday, June 23, 2020

Pemkot Surabaya Lakukan Cara Ini Untuk Atasi COVID-19, Lima Kecamatan Mulai Keluar Zona Merah

Pemkot Surabaya Lakukan Cara Ini Untuk Atasi COVID-19, Lima Kecamatan Mulai Keluar Zona Merah


Kabar Surabaya - Sepertinya Pemerintah Kota Surabaya tidak mau wilayahnya terus-menerus masuk dalam Zona Hitam, atau Zona Merah Tua. Segala daya upaya terus dilakukan dengan semaksimal mungkin agar Kota Pahlawan ini bisa segera bebas dari terkaman Virus COVID-19 yang sudah sangat meresahkan ini. Harapannya tentu saja secepat mungkin masyarakat Surabaya bisa segera kembali beraktifitas secara normal kembali.


Meskipun Pemkot Surabaya sudah tidak menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) lagi, namun rupanya kegiatan pembatasan ini tetap dilakukan. Bahkan dilakukan lebih ketat lagi daripada penerapan PSBB yang lalu. Pembatasan ini bukan hanya dilakukan pada pintu keluar masuk kota, melainkan sudah masuk ke tingkat RT dan RW.

Hal tersebut dilakukan Pemkot Surabaya dengan menggalang partisipasi dari masyarakat hingga sampai ke tingkat bawah. Ini yang disebut oleh Pemkot Surabaya dengan Pembatasan Lokal. Kegiatan pembatas lokal dan Tracing Lokal ini terus dilakukan mulai dari Tigkat kecamatan, Kelurahan hingga ke RW da RT. Hal ini digunakan untuk menemukan kasus-kasus baru COVID-19 dan untuk menjaga agar kawasan yang mulai hijau tidak terpapar lagi.

Dari data yang dumiliki Pemkot Surabaya, hingga saat ini ada lima Kecamatan yang sudah mulai keluar dari Zona Merah. Lima Kecamatan ini dinilai sudah mulai meninggalkan Zona Merah karena memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi dari infeksi Virus COVID-19. Lima Kecamatan yang memilii tingkat kesembuhan paling tinggi tersebut adalah  Pakal, Tenggilis Mejoyo, Gayungan, Krembangan dan Asemrowo.   

Tingkat kesembuhan dari masing-masing Kecamatan tersebut sangat baik, yaitu mulai dari 45% hingga 62%. Tingkat kesembuhan paling tinggi berada di Kecamatan Pakal, yaitu 62 persen, Kecamatan Gayungan 60 persen, Kecamatan Asemrowo 55 persen, Kecamatan Tenggilis Mejoyo 50 persen, dan paling akhir Kecamatan Krembangan sebesar45 persen.


Sedangkan untuk data kesembuhan pasien pasien dari lima kecamatan tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Kecamatan Pakal memiliki total pasien Positif 21, Berhasil sembuh 13, Meninggal Dunia 1, dan tersisa 7 sedang dalam pengawasan.
  2. Kecamatan Gayungan memiliki total pasien Positif 75, Berhasil sembuh 45, Meninggal Dunia 3, dan tersisa 27 dalam pengawasan.

  3. Kecamatan Asemrowo memiliki total pasien Positif 83, Berhasil sembuh 46, Meninggal Dunia 4, dan tersisa 33 dalam pengawasan.
  4. Kecamatan Tenggilis Mejoyo memiliki total pasien Positif 92, Berhasil sembuh 46, Meninggal Dunia 5, dan tersisa 41 dalam pengawasan.
  5. Kecamatan Krembangan memiliki total pasien Positif 312, Berhasil sembuh 139 sembuh, 30 meninggal Dunia, dan tersisa 143 dalam pengawasan.
Trend kesembukan infeksi COVID-19 inilah yang nantinya akan menentukan semua daerah di Kota Surabaya ini akan kembali hijau atau tidak. Selain itu, tracing terus dilakukan untuk mencari pasien positif yang baru untuk kemudian dilakukan tindakan dengan sesegera mungkin.

Dari data yang dikumpulkan oleh Tim Gugus Tugas Surabaya, data perkembangan pasien positif COVID-19 menunjukkan trend yang menurun. Meskipun grafiknya masih naik, turus namun naiknya tidak terlalu tinggi lagi.


Bagi kawasan yang masih ber-Zona Merah, pihak Pemkot Surabaya dan Satgas COVID yang ada dikawasan tersebut tetap melakukan tindakan blocking. Hal ini dilakukan agar Zona Mreah ini tidak menyebar lagi ke wilayah yang lain. (yyan)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad