Ternyata Dua Orang Penumpang Selamat Dalam Peristiwa Kecelakaan Sriwijaya Air (Berdasarkan Manifest) - Kabar Surabaya

Breaking

Wednesday, January 13, 2021

Ternyata Dua Orang Penumpang Selamat Dalam Peristiwa Kecelakaan Sriwijaya Air (Berdasarkan Manifest)


Ternyata Dua Orang Penumpang Selamat Dalam Peristiwa Kecelakaan Sriwijaya Air (Berdasarkan Manifest)

 

Kabar Surabaya - Peristiwa jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 memang menimbulkan banyak kisah tersendiri. Mulai dari sang Captain yang terkenal tekun beribadah, hingga pesan dan update dari media sosial milik cabin crew atau para penumpang. Di era media sosial seperti saat ini memang mudah untuk mengetahui hal tersebut. 


Hingga saat ini pihak Basarnas, Polri, TNI dan para relawan terus berupaya untuk melakukan evakuasi disekitar tempat terjatuhnya Pesawat berjenis Boeing 737 - 500 classic tersebut. Sampai hari Selasa (12/01/2021) kemarin, puluhan kantong jenazah sudah dikumpulkan oleh tim evakuasi. Kotak Hitam (Black Box) juga telah diangkat dari dasar laut. Harapannya dengan ditemukannya piranti tersebut, maka misteri jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air ini bisa diketahui secara pasti. 



Beberapa hari setelah peristiwa jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air tersebut, sempat beredar daftar Manifest dari penumpang yang ada didalamnya. Sebagaimana diketahui, bahwa Pesawat Sriwijaya Air ini membawa 53 orang penumpang dewasa, 5 orang anak dan 1 bayi. Daftar Manifest inilah yang menjadi pegangan bagi semua pihak untuk melacak keberadaan keluarganya masing-masing.

 

Begitu mendengar kabar jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air di Televisi dan Media Sosial, tentu saja pihak keluarga menjadi sangat cemas. Apalagi manifest penumpang yang ada didalamnya juga sudah tersebar luas. Langkah pertama yang dilakukan pihak keluarga di rumah adalah dengan melakukan panggilan terhadap keluarganya yang ada didalam pesawat naas tersebut. 

 

Salah satu keluarga yang melakukan hal tersebut adalah keluarga dari Paulus Yulius Kollo. Saat itu keluarganya langsung heboh bercampur panik saak Paulus bisa dihubungi. Memang, beberapa saat lamanya Paulus tidak bisa dihubungi Hal ini dikarenakan dirinya berada diatas Kapal Laut.

 

Lah, bagaimana bisa Paulus dan Indra yang namanya bahkan tercatat pada nomor 1 dan 2 dari manifest Sriwijaya Air SJ-182 ini malah nak kapal laut...?

 

Rupanya hal ini berawal dari keberangkatan Paulus dan 5 orang temannya termasuk Indra dari Makasar ke Pontianak. Mereka berenam berencana untuk bekerja sebagai tenaga pemasangan telepon seluler di Pontianak. Pada awal berangkat dari makasar, semua aman dan transit di Jakarta.

 

Saat akan berangkat lagi ke Pontianak, tiba-tiba pihak Sriwijaya Air menolak memberangkatkan Paulus dan Indra. Hal ini dikarenakan jenis SWAB mereka adalah SWAB yang biasa, sedangkan untuk masuk ke Pontianak penumpang harus membawa SWAB PCR. Atiran ini sempat membuat paulus protes kepada pihak maskapai Sriwijaya Air. Kalau aturannya demikian, mestinya mereka langsung di tolak saja di Makasar, ga sampai harus ke Jakarta.

 


Lalu paulus dan Indra bernegosiasi kepada pihak Maskapai agar duberikan waktu. Ternyata harga SWAB PCR di Jakarta saat itu mencapai 2.6 juta. Hal inilah uang akhirnya membuat mereka berdua tidak jadi naik pesawat dan beralih menggunakan Kapal Laut. Namun entah mengapa nama mereka masih tercatat di manifest tersebut. (yyan)


1 comment:

Post Bottom Ad