Gawat..!!!, Puluhan Staff UNESA Positif COVID-19, 2 Kampus Lain Juga Putuskan Lockdown - Kabar Surabaya

Breaking

Thursday, January 7, 2021

Gawat..!!!, Puluhan Staff UNESA Positif COVID-19, 2 Kampus Lain Juga Putuskan Lockdown


Gawat..!!!, Puluhan Staff UNESA Positif COVID-19, 2 Kampus Lain Juga Putuskan Lockdown 


Kabar Surabaya - Saat ini Vaksin COVID-19 memang telah tiba di Indonesia. Namun jumlahnya sangatlah terbatas. Bahkan proses penyuntikannya bisa memakan waktu hingga 15 bulan lamanya. Namun sayangnya, karena terlalu lamanya masa pandemi COVID-19 ini berlangsung, membuat masyarakat merasa jenuh dan akhurnya tidak patuh lagi terhadap protokol kesehatan.

 

Sasaran daei Virus Corona ini sepertinya memang tidak pandang bulu dan senantiasa meluas. Dari yang semula masyarakat biasa, tenaga medis, pejabat hingga sekarang kalangan civitas akademika. Terpaparnya para dosesn dan sejawatnya ini tentu sangat disayangkan, mengingat peran mereka sangatlah penting sebagai tenaga pendidik. 

 


Hal ini seperti yang terjadi pada Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang 20 civitas akademiknya dinyatakan positif COVID-19. Bahkan satu orang lainnya telah dinyatakan meninggal dunia. Hal inilah yang kemudian membuat kampus yang berada dikawasan Ketintang - Surabaya ini melakukan lockdown total. 

 

Kondisi yang sama juga telah dilakukan oleh Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS) yang  2 orang dosennya diketahui terpapar oleh Virus Corona. Bahkan ada yang meninggal dunia. Kampus yang ada dikawasan Sukolilo Surabaya ini terpaksa di Lockdown untuk sementara waktu. Semua penghuninya dibatasi untuk keluar masuk selama masa Lockdown.  


Melihat perkembangan yang ada, maka Universitas Airlangga (UNAIR) juga sepakat untuk melakukan Lockdown pasca tahun baru 2021 lalu. Jika dibandingkan dengan kedua kampus diatas, maka civitas akademika di UNAIR jelas sangat rawan terpapar oleh COVID-19. Terutama mereka yang berlatar belakang sebagai tenaga medis. Beberapa diantaranya bahkan sudah meninggal dunia.


Hal inilah yang akhirnya Kementrian Pendidikan masih belum memberikan ijin untuk pembelajaran secara tatap muka. Sehingga sampai sekarang semua mahasiswa masih melakukan pembelajaran secara online. 


Oleh karena itu, Irvan Widyanto, selaku Wakil Sekretaris IV Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya mengingatkan agar seluruh masyarakat agar kepatuhannya terhadap protokol kesehatan tidak kendor. Hal-hal yang sepele seperti memakai masker saat bertemu dengan orang lain adalah hal yang sangat vital, jangan sekalipun diremehkan. Karena hal inilah yang selalu dikesampingkan oleh banyak masyarakat.

 


Adanya klaster pendidikan ini membuktikan bahwa serangan Virus Corona masih nyata dan masih membahayakan. Oleh karena itu kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan seperti pemakaian masker, jaga jarak dan cuci tangan dengan sabun adalah hal yang harus perlu dilakukan sampai kapanpun. (yyan) 


No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad