Ini Alasan Ratusan Warga Ancam Bakar Ambulan Yang Bawa Jenazah Pasien COVID-19 - Kabar Surabaya

Breaking

Wednesday, June 17, 2020

Ini Alasan Ratusan Warga Ancam Bakar Ambulan Yang Bawa Jenazah Pasien COVID-19


Kabar Surabaya - Saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur semakin ketat untuk menerapkan protokol kesehatan di semua wilayah. Pengetatan ini dikarenakan posisi Jatim yang masih menjadi nomor satu nasional dalam penambahan pasien positif COVID-19. Kondisi sekarang ini memang seluruh Jatim sudah berlabel Zona Merah, sehingga pengetatan ini akan lebih kencang lagi.


Namun, sayangnya dibeberapa wilayah masih sering terjadi polemik mengenai penanganan Virus COVID-19 ini. Seperti halnya di Kota Surabaya lalu yang sempat terjadi penarikan paksa jenazah oleh puluhan orang. Kejadian ini akhirnya memaksa pihak Kepolisian untuk menetapkan tersangka terhadap kasus tersebut. kabarnya ada 4 orang dari pihak keluarga yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kasus polemik mengenai penanganan Virus COVID-19 ini rupanya juga terjadi dibeberapa daerah. Salah satunya ada terjadi dikawasan Kecamatan Waru - Pemekasan. Kejadian ini berupa pencegatan mobil ambulance yang membawa janazah pasien COVID-19 yang akan dimakamkan. Kejadian ini bahkan sampai melibatkan 300-an orang.

Kronologis peristiwa yang tragis ini berawal dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Moh Noer - Pamekasan yang menerima pasien yang kemudian dinyatakan / terkonfirmasi Positif COVID-19. Pasien yang berinisial S ini merupakan warga Pamekasan. Setelah dilakukan perawatan secara intensif, pasien berusia 60 tahun ini akhirnya meninggal dunia.

Karena pasien S tersebut diindikasikan terkena Virus COVID-19, maka pihak RSUD.Moh Noer langsung melakukan persiapan pemakanan jenazah dengan protokol COVID-19. Pihak rumah sakit juga telah berkoordinasi dengan pihak keluarga, dan sepakat untuk melakukan pemakaman malam itu juga dengan protokol COVID-19.


Malam itu juga jenazah almarhum S langsung diantarkan ke lokasi pemakanan oleh ambulance dengan petugas yang berpakaian APD lengkap.

Pada waktu mobil ambulance akan memasuki Kecamatan Waru - Pamekasan, tiba -ttiba ditengah jalan sudah berdiri ratusan orang yang diantaranya ada yang membawa senjata tajam. Dengan berteriak mereka meminta mobil ambulance yang mengangkut jenazah almarhum S ini untuk berhenti. Sontak, driver ambulance tersebut berhenti secara tiba-tiba dan mulai menepikan kendaraannya.


Ratusan massa yang menghadang tersebut, tiba-tiba mendekat ke arah mobil ambulance. Mereka meminta driver untuk tidak meneruskan perjalanan ke Kecamatan Waru. Selain itu, mereka juga meminta paksa jenazah S dan memaksa petugas untuk melepas APD hazmat yang mereka kenakan.

Tentu saya permintaan ini tidak dituruti oleh petugas yang mengantarkan jenazah ini. Mereka dengan tegas menolak. Namun saat dikepung oleh ratusan massa dan beberapa ada yang membawa senjata tajam. Petugas terpaksa mengalah. Apalagi ratusan massa in mengancam akan membakar mobil ambulance apabila permintaan mereka tidak dituruti.


Petugas lalu menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga, lalu mereka menuruti permintaan warga untuk melepaskan APD Hazmat yang mereka kenakan. Setelah itu mereka diperbolehkan untuk kembali. 

dr. Syaiful Hidayat, selaku Ketua Tim Penanganan COVID-19 RSUD Pamekasan  mengungkapkan bahwa warga Kecamatan waru tersebut meminta jenazah almarhum S untuk dimakamkan seperti jenazah biasa. Mereka tidak ingin daerahnya di cap sebagai Zona Merah akibat ada pemakaman warganya yang dilakukan dengan protokol COVID-19 tersebut. (yyan)

*gambar hanya ilustrasi

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad