Tragedi Cinta Berujung Darah! Pria 57 Tahun Tewas Dikeroyok Secara Brutal - Kabar Surabaya

Terbaru

Friday, April 24, 2026

Tragedi Cinta Berujung Darah! Pria 57 Tahun Tewas Dikeroyok Secara Brutal

Tragedi Cinta Berujung Darah! Pria 57 Tahun Tewas Dikeroyok Secara Brutal


Kabar Surabaya - Fajar baru saja menyingsing di sudut kota Surabaya, namun suasana tenang itu mendadak berubah mencekam. Di kawasan Jalan Sencaki, Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto, Kamis pagi (23/4/2026), seorang pria ditemukan tak bernyawa dalam kondisi mengenaskan—diduga kuat menjadi korban pengeroyokan brutal.


Korban berinisial MJ (57) tergeletak dengan luka bacok menganga di bagian kepala dan dada. Darah yang mengering menjadi saksi bisu keganasan yang terjadi hanya beberapa saat sebelum matahari terbit.



“Awalnya korban dan pelaku terlibat percekcokan. Tapi situasi memanas hingga berujung pada aksi keji di Jalan Pragoto,” ujarnya.


Dalam hitungan waktu yang singkat, emosi yang tak terkendali berubah menjadi kekerasan mematikan. Korban diduga dikeroyok oleh lebih dari dua orang pelaku yang ironisnya masih memiliki hubungan darah. Motif sementara mengarah pada persoalan asmara—sebuah konflik pribadi yang berujung tragedi berdarah.


Di lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah barang bukti seperti pakaian dan sepatu yang diduga milik korban atau pelaku. Sementara itu, rekaman CCTV di sekitar lokasi kini tengah dibedah untuk merangkai potongan-potongan kejadian yang masih menjadi teka-teki.


Beberapa saksi telah dimintai keterangan, baik dari area rusun maupun di titik penemuan korban. Namun aparat kepolisian masih terus memburu pelaku yang identitasnya telah dikantongi.


Jenazah korban kini berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim untuk proses otopsi, guna mengungkap secara pasti penyebab kematian serta jenis senjata yang digunakan dalam aksi brutal tersebut.

“Beri kami waktu, tim masih bergerak di lapangan untuk mengejar para pelaku,” pungkas Rofiq.


Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan jalanan yang mengguncang ketenangan warga. Pagi yang seharusnya membawa harapan, justru berubah menjadi kisah pilu yang meninggalkan luka mendalam.


No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad