Geger di Unesa! Joki UTBK Ngaku Direkrut di Kafe, Diduga Sindikat Nasional - Kabar Surabaya

Terbaru

Thursday, April 23, 2026

Geger di Unesa! Joki UTBK Ngaku Direkrut di Kafe, Diduga Sindikat Nasional

Geger di Unesa! Joki UTBK Ngaku Direkrut di Kafe, Diduga Sindikat Nasional


Kabar Surabaya - Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menduga pria berinisial H yang tertangkap sebagai joki dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 merupakan bagian dari jaringan terorganisir berskala nasional.



Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi, mengungkapkan bahwa dari hasil penelusuran dan interogasi, H tidak bekerja sendiri. Ia diduga berada dalam struktur berlapis dengan setidaknya dua tingkat atasan yang sulit dilacak.

“Ada dua lapisan di atasnya, tetapi selalu terputus jejaknya. Ini yang membuat jaringan tersebut sulit diungkap sepenuhnya,” ujarnya kepada awak media, Rabu (22/4/2026).


Dari pengakuan H, ia direkrut oleh seseorang di sebuah kafe. Seluruh kebutuhan administrasi, termasuk identitas peserta, telah disiapkan oleh pihak yang memesan jasa joki. Bahkan, H juga dilatih untuk menghafal data pribadi seperti nama peserta, orang tua, hingga latar belakang keluarga.


Namun, saat dilakukan pendalaman, ditemukan sejumlah kejanggalan. H sempat mengaku berasal dari Madura, tetapi tidak mampu berbahasa Madura ketika diuji.

“Dia dilatih menghafal identitas, tapi ketika kami uji lebih dalam, tidak sinkron. Ini yang menguatkan dugaan bahwa semuanya sudah diskenariokan,” jelas Martadi.


Lebih lanjut, sesama joki dalam jaringan tersebut diduga tidak saling mengenal. H sendiri hanya mengetahui satu orang perekrut yang disebut berasal dari Jawa Barat. Pertemuan pun dilakukan terbatas, hanya untuk menerima instruksi dan penugasan.

/div>

“Mereka tidak pernah dipertemukan satu sama lain. Sistemnya terputus, hanya mengenal satu tingkat di atasnya,” tambahnya.


Selama proses interogasi yang berlangsung hampir satu jam, H tidak memberikan identitas yang dapat diverifikasi secara resmi. Ia juga tidak membawa dokumen penting seperti KTP atau kartu mahasiswa.


Menurut pihak kampus, hal ini diduga sebagai strategi untuk melindungi jaringan. Jika joki membawa identitas kampus, maka institusi pendidikan terkait berpotensi ikut terseret.

“Kalau dia membawa identitas kampus, bisa berdampak luas. Jadi mereka sengaja tidak dibekali dokumen apa pun,” paparnya.


Menanggapi kasus ini, Unesa langsung memperketat prosedur pengamanan selama UTBK berlangsung. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pengumpulan ponsel peserta di luar ruang ujian dengan sistem pengamanan tambahan, guna mencegah potensi komunikasi ilegal.

“Ponsel kami kumpulkan di luar ruangan, dimasukkan ke dalam kantong khusus dan disegel. Ini untuk menghindari kemungkinan adanya transmisi sinyal selama ujian berlangsung,” jelasnya.


Selain itu, pemeriksaan terhadap peserta juga diperketat, termasuk penggunaan alat deteksi untuk memastikan tidak ada perangkat tersembunyi. Untuk peserta berhijab, disediakan petugas perempuan guna melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

“Kami temukan berbagai modus, mulai dari alat di telinga hingga perangkat yang disamarkan seperti alat bantu dengar. Semua ini sekarang kami antisipasi lebih ketat,” pungkasnya.


Langkah ini diharapkan mampu menutup celah kecurangan sekaligus menjaga integritas pelaksanaan UTBK sebagai proses seleksi yang adil dan transparan.




No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad