Heboh UTBK Unesa! Pelaku Joki dan Peserta Terancam Diblacklist Permanen - Kabar Surabaya

Terbaru

Thursday, April 23, 2026

Heboh UTBK Unesa! Pelaku Joki dan Peserta Terancam Diblacklist Permanen

Heboh UTBK Unesa! Pelaku Joki dan Peserta Terancam Diblacklist Permanen


Kabar Surabaya - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Atip Latipulhayat, melakukan peninjauan langsung pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Negeri Surabaya pada Rabu (22/4/2026) siang. Peninjauan ini dilakukan sebagai respons atas temuan kasus kecurangan yang sempat terjadi sehari sebelumnya.



Dalam kunjungan tersebut, Atip memastikan bahwa pelaksanaan UTBK hari kedua berjalan lebih tertib. Ia menyebut tidak ditemukan lagi indikasi kecurangan seperti kasus joki yang terungkap pada Selasa (21/4/2026). Meski begitu, pemerintah tetap menegaskan komitmennya untuk menindak tegas segala bentuk pelanggaran dalam seleksi nasional tersebut.

“Aturan harus ditegakkan. Ini bukan hanya soal joki, tetapi juga peserta yang menggunakan jasa joki. Keduanya sama-sama melakukan pelanggaran serius,” tegas Atip.


Menurutnya, praktik perjokian dalam UTBK tidak hanya melanggar aturan administrasi, tetapi juga masuk dalam ranah pidana. Pelaku dapat dijerat karena pemalsuan identitas serta mengikuti ujian tanpa hak yang sah. Oleh karena itu, sanksi yang diberikan tidak main-main.


Pemerintah menegaskan bahwa baik joki maupun peserta yang menggunakan jasanya akan langsung didiskualifikasi dari UTBK. Bahkan, keduanya juga akan dikenai sanksi daftar hitam (blacklist) secara permanen untuk seluruh jalur masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN), termasuk jalur mandiri.

“Blacklist berlaku untuk dua-duanya, baik pelaku maupun pengguna,” ujar Atip menegaskan.


/div>

Sebelumnya, pihak Universitas Negeri Surabaya berhasil mengungkap kasus dugaan kecurangan UTBK yang melibatkan seorang joki. Kasus ini terdeteksi setelah adanya kejanggalan pada data peserta.


Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi, menjelaskan bahwa kecurigaan muncul karena adanya kemiripan wajah dengan identitas berbeda yang digunakan pada pendaftaran di tahun yang berlainan.

“Kami menemukan indikasi kejanggalan karena ada wajah yang sama, tetapi terdaftar dengan nama berbeda. Ini yang kemudian kami telusuri lebih lanjut,” jelasnya.


Setelah dilakukan verifikasi mendalam, pihak kampus memastikan bahwa data peserta tersebut tidak valid. Kasus ini pun langsung dilaporkan ke panitia pusat dan kini tengah diproses oleh aparat kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.


Langkah tegas ini menjadi bagian dari upaya menjaga integritas pelaksanaan UTBK sebagai gerbang seleksi masuk perguruan tinggi negeri yang adil dan transparan. Pemerintah berharap kejadian serupa tidak terulang, serta menjadi peringatan keras bagi pihak-pihak yang mencoba melakukan kecurangan.


No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad