8 Jam Terjepit di Antara Mayat, Wanita Ini Bertahan Hidup dari Maut di KRL Bekasi!
Kabar Surabaya - Malam itu berubah menjadi mimpi buruk yang tak pernah dibayangkan oleh Endang Kuswati (40). Di tengah dentuman keras dan jeritan panik, gerbong KRL yang ia tumpangi hancur seketika setelah dihantam Kereta Api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam.
Namun di balik puing-puing logam yang ringsek dan tubuh-tubuh tak bernyawa, Endang masih bertahan… hidup.
Selama semalaman penuh, ia terjebak dalam posisi yang nyaris mustahil untuk selamat—tubuhnya terhimpit besi gerbong, dikelilingi korban lain yang sudah tak bernyawa. Dalam gelap, dingin, dan ketidakpastian, ia bertahan di antara maut yang begitu dekat.
Ayahnya, Mahfud (74), baru mengetahui kabar kecelakaan itu sekitar pukul 22.00 WIB. Dengan hati berdebar dan penuh ketakutan, ia bergegas menuju lokasi. Namun, situasi yang kacau membuatnya tak bisa langsung masuk.
“Saya sampai sini malam, tapi belum bisa masuk. Baru jam 3 dini hari saya dan anak-anak bisa masuk ke lokasi,” ujarnya dengan suara bergetar.
“Itu bajunya… itu anak saya,” kenangnya lirih.
Namun kondisi Endang berada di titik paling sulit. Ia terjepit di antara tubuh-tubuh korban lain. Proses evakuasi berjalan lambat dan penuh risiko. Waktu seakan berjalan lebih lambat dari biasanya.
Hingga akhirnya, saat fajar mulai menyingsing—sekitar pukul 06.00 pagi—Endang berhasil dievakuasi. Ia menjadi korban terakhir yang diangkat dari reruntuhan.
/div>
Keajaiban itu nyata.
Begitu berhasil dikeluarkan, Endang langsung dilarikan ke rumah sakit. Meski tubuhnya penuh luka—kaki dan tangan bengkak—ia sudah dalam kondisi sadar. Namun, suaranya belum mampu keluar. Ia hanya bisa mengangguk pelan, memberi tanda bahwa ia masih ada… masih bertahan.
“Sudah sadar… walau belum bisa bicara lancar. Tapi dia merespons. Alhamdulillah,” ucap Mahfud, dengan mata berkaca-kaca.
Di balik tragedi yang merenggut 16 nyawa, kisah Endang menjadi secercah harapan—tentang kekuatan manusia bertahan hidup, bahkan saat dunia seolah runtuh di sekelilingnya.

No comments:
Post a Comment