Rebutan Hunian Murah! Rusunami Ngagel Siap Tampung 1.400 Unit, Khusus KTP Surabaya - Kabar Surabaya

Terbaru

Friday, April 17, 2026

Rebutan Hunian Murah! Rusunami Ngagel Siap Tampung 1.400 Unit, Khusus KTP Surabaya


Rebutan Hunian Murah! Rusunami Ngagel Siap Tampung 1.400 Unit, Khusus KTP Surabaya 


Kabar Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memfokuskan pembangunan rumah susun sederhana milik (rusunami) di kawasan Ngagel pada tahun 2026. Proyek ini menjadi prioritas karena tingginya minat, baik dari investor maupun calon penghuni.


Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, Iman Krestian, menjelaskan bahwa langkah awal yang dilakukan tahun ini adalah proses pembersihan lahan (clearance area), khususnya di Ngagel.


“Tahun ini kita fokus penyiapan lahan dulu, terutama di Ngagel. Minat investor sudah siap, dan calon penghuni juga cukup banyak di lokasi ini,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).


Saat ini, lahan tersebut masih digunakan oleh PTPN dan sedang dalam proses pengosongan. Targetnya, proses pembersihan lahan bisa selesai maksimal pada April, lalu dilanjutkan pembongkaran aset hingga rampung tahun ini. Jika semua berjalan sesuai rencana, pembangunan fisik akan mulai dilakukan pada tahun yang sama.


Pemkot juga memastikan status lahan yang digunakan sudah jelas, mengingat lahan tersebut merupakan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) milik pemerintah kota.


Rusunami Ngagel direncanakan berdiri di atas lahan seluas empat hektare dengan total sekitar 1.400 unit hunian yang terbagi dalam dua blok. Setiap blok akan berisi sekitar 700 unit, dengan pilihan tipe 18, 24, dan 36 meter persegi.


Selain Ngagel, Pemkot Surabaya sebenarnya menyiapkan tiga lokasi pembangunan rusunami. Salah satunya berada di Wonorejo, Rungkut, yang saat ini sudah ada dan dikelola melalui kerja sama dengan BUMD PT Yekape. Ke depan, jumlah unit di lokasi tersebut juga akan ditambah dengan pembangunan tower baru.


/div>

Namun, pengembangan di Wonorejo menghadapi tantangan tersendiri, salah satunya karena faktor lokasi yang dinilai cukup jauh dari pusat kota.


Sementara itu, dua lokasi lainnya yang akan dikembangkan melalui kerja sama dengan investor berada di Ngagel dan Tambak Wedi. Kedua proyek ini dinilai berpotensi menawarkan harga lebih terjangkau karena berdiri di atas lahan milik Pemkot Surabaya.

“Kalau yang dibangun di lahan Pemkot, harganya bisa lebih murah. Itu yang di Ngagel dan Tambak Wedi,” tambah Iman.


Program pembangunan rusunami ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program nasional Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dalam penyediaan 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.


Untuk proses pembangunan, Pemkot memperkirakan waktu pengerjaan rusunami berkisar antara enam bulan hingga satu tahun, tergantung pada kesiapan lahan dan proses teknis di lapangan.


No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad