SADIS! Bocah SMP di Surabaya Dicekik & Dipukuli Penjambret, Nyaris Pingsan di Jalan
Kabar Surabaya - Aksi kekerasan di jalanan kembali memakan korban. Kali ini, seorang siswa kelas 1 SMP harus merasakan mimpi buruk di siang hari bolong—dihentikan, dibawa paksa, lalu dianiaya tanpa ampun oleh dua pria tak dikenal yang diduga penjambret.
Peristiwa mengerikan itu terjadi di kawasan Asemrowo Kali, tepatnya dekat Jembatan Asemrowo, Surabaya, Selasa (21/4/2026). Korban yang saat itu pulang sekolah sendirian dengan sepeda, tak pernah menyangka perjalanan rutinnya berubah menjadi tragedi.
Menurut penuturan sang ibu, Frida, anaknya tiba-tiba dicegat oleh seorang pria paruh baya. Dengan dalih meminta diantar, pelaku langsung mengambil alih sepeda korban—bahkan sebelum anak itu sempat menjawab.
“Belum sempat bilang apa-apa, orang itu langsung naik dan mengendalikan sepeda anak saya. Dia seperti dipaksa ikut,” ujar Frida dengan suara bergetar.
Dalam kondisi kebingungan dan ketakutan, korban dibawa berboncengan oleh pelaku. Ironisnya, mereka sempat melintas di depan kantor polisi. Namun, korban tak mampu berteriak. Seolah kehilangan kendali, seperti terperangkap dalam ketakutan yang membungkam.
Tak berhenti di situ, tas sekolah korban dirampas, dan ia digiring ke lokasi lain di kawasan Asem 1. Di sanalah mimpi buruk itu mencapai puncaknya.
Seorang pelaku lain sudah menunggu—lebih muda, dengan sepeda motor Honda Beat hitam. Tanpa menemukan barang berharga, keduanya meluapkan amarah dengan kekerasan brutal.
Korban dicekik, dipukuli, dan dihantam tanpa belas kasihan.
“Hidungnya dipukul sampai memar, kepalanya dihajar, sampai jatuh hampir pingsan. Saya tidak bisa bayangkan rasa sakitnya,” ucap Frida lirih.
/div>
Melihat situasi berubah, kedua pelaku langsung kabur.
Kini, korban mengalami luka lebam di wajah dan benjolan di leher akibat cekikan. Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Asemrowo, dan polisi tengah menelusuri rekaman CCTV untuk memburu pelaku.
Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi semua orang tua.
“Sekarang ini sudah sangat rawan. Terutama anak-anak yang bawa HP. Harus ekstra hati-hati,” pesan Frida.
Di balik hiruk pikuk kota, ancaman bisa datang kapan saja. Dan hari itu, seorang anak harus membayar mahal hanya untuk perjalanan pulang sekolahnya.


No comments:
Post a Comment