Terungkap! Taksi Mogok di Rel Jadi Biang Kerok Tabrakan 2 Kereta di Bekasi
Kabar Surabaya - Malam itu berubah jadi detik-detik mencekam di perlintasan rel. Seorang pengemudi ojek online, Dinti, menjadi saksi awal bagaimana tragedi besar itu bermula—dari sebuah taksi listrik hijau yang tiba-tiba terhenti di tengah rel, tak bergerak sedikit pun.
Mobil itu diduga mogok. Warga sempat berusaha membantu, mendorongnya keluar dari lintasan maut. Namun roda kendaraan seperti terkunci. Taksi itu tetap diam… seolah menunggu sesuatu yang mengerikan.
Dan benar saja.
Dari arah Cikarang, KRL melaju dan tak sempat menghindar. Dalam hitungan detik, benturan keras pun terjadi. Taksi listrik itu dihantam dan terseret hingga puluhan meter.
Beruntung, sopir taksi berhasil keluar beberapa saat sebelum tabrakan terjadi. Ia selamat. Tak ada penumpang di dalam mobil. Namun, kejadian ini justru menjadi awal dari rangkaian bencana yang lebih besar.
/div>
Tragedi beruntun ini memakan korban dalam jumlah besar.
Hingga Selasa (28/4/2026) siang, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur dilaporkan meningkat menjadi 15 orang.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyampaikan bahwa total korban terdampak mencapai 91 orang. Dari jumlah tersebut, 76 orang mengalami luka-luka.
Jenazah korban tersebar di beberapa rumah sakit, yakni 10 orang di RS Polri, tiga orang di RSUD Bekasi, satu orang di RS Bela, dan satu orang di RS Mitra Keluarga Bekasi Timur.
Hingga kini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Dugaan gangguan teknis pada kendaraan, hingga kemungkinan masalah sistem sinyal, menjadi fokus utama investigasi.
Tragedi ini menjadi pengingat pahit—bahwa satu kendaraan yang terhenti di atas rel, dalam waktu singkat, bisa memicu bencana besar yang merenggut puluhan nyawa.


No comments:
Post a Comment