SMH : Pemerintah Menangani COVID-19 Dengan Buruk, Indonesia kalah Melawan COVID - Kabar Surabaya

Breaking

Tuesday, June 23, 2020

SMH : Pemerintah Menangani COVID-19 Dengan Buruk, Indonesia kalah Melawan COVID

SMH : Pemerintah Menangani COVID-19 Dengan Buruk, Indonesia kalah Melawan COVID


Kabar Surabaya -  Saat ini Indonesia berada di Peringkat satu dalam jumlah pasien positif COVID-19 se-Asia tenggara. Untuk level Asia Indonesia berada diperingkat sembilan. Tingginya peringkat ini bukanlah hal yang bisa dikatakan bagus, justri sebaliknya. Hal ini karena ini menunjukkan warga negara Indonesia yang terkena paparan Virus COVID-19 sangatlah banyak.


Berdasarkan rilis dari Pemerintah Republik Indonesia, saat ini jumlah kasus positif COVID-19 telah mencapai 47.896 kasus. Dan setiap harinya jumlh kasusnya bisa bertambah dengan kisaran rata-rata 1000 kasus. Beberapa pihak berpendapat bahwasannya Indonesia belum memasuki puncak dari Pandemi COVID-19. Ada pula yang bilang bahwa Indonesia akan menghadapi gelombang kedua dari COVID-19.

Selain itu, ada juga pihak luar yang melontarkan pendapatnya menganai Virus Corona di Indonesia. Salah satunya dari pihak Media Australia. Media yang bernama Sydney Morning Herald (SMH). Media ini bahkan secara terang-terangan mengatakan bahwa penanganan Virus COVID-19 di Indonesia sangat buruk. Media ini juga memprediksikan bahwa Indonesia akan menjadi Hotspot baru atau pusat Virus COVID-19 baru di Dunia.

Secara gamblang SMH memaparkan bahwa sebagian besar negara-negara Asia Tenggara telah berhasil meredakan tingkat pemaparan Virus COVID-19 di negaranya masing-masing. Namun hal tersebut tidak terjadi di Indonesia. "Indonesia telah kalah dalam pertarungan melawan Virus COVID-19," tulis Media yang yang berpengaruh di Negeri Kanguru tersebut.

Media SMH ini mengkritik rendahnya tingkat tes yang telah dilakukan. Indonesia sampai saat ini memang sudah melakukan 650.311 tes PCR.  Angka tersebut memang tampak besar apabila dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya. Namun, jika dihitung dari jumlah seluruh masyarakat Indonesia yang berjumlah 273 juta orang, maka tes tersebut hanya memiliki perhitungan rasio sebesar 2.378 tes per 1 juta penduduk.


Rasio ini menempatkan Indonesia berada diperingkat 162 dari 215 negara . Indonesia bahkan berada di bawah negara Zimbabwe, yang rasionya 3.561 per 1 juta penduduk, Pakistan dengan rasio4.992 per 1 juta penduduk, dan juga India dengan rasio5.038 per 1 juta penduduk. Padahal negara India memiliki populasi lima kali lipat daripada Indonesia.

Hal itulah yang akhirnya membuat SMH mengomentari kalau "Indonesia terbang dibawa radar". Karena masih banyak masyarakat terpapar COVID-19 yang belum terdeteksi.


SMH juga mengkritik respon Pemerintah Pusat yang buruk terhadap penanganan wabah COVID-19 ini. Seperti, pernyataan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang menyatakan bahwa dengan kekuatan doa akan bisa melindungi negara. Lalu Presiden Joko Widodo yang secara gamblang mengakui bahwa ada informasi yang telah dirahasiakan dari publik guna menghindari kepanikan dimasyarakat.

Sementara itu kantor berita Reuters juga menekankan jumlah anak yang meninggal akibat COVID-19 di Indonesia. Kantor Berita Amerika Serikat ini menyebutkan bahwa terdapat ratusan anak Indonesia yang telah meninggal dunia akibat terpapar oleh Virus COVID-19, (yyan)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad