Inilah Sebab Sebenarnya Mengapa WHO Kembali Anjurkan Pemakaian Masker Medis - Kabar Surabaya

Breaking

Sunday, June 7, 2020

Inilah Sebab Sebenarnya Mengapa WHO Kembali Anjurkan Pemakaian Masker Medis

Inilah Sebab Sebenarnya Mengapa WHO Kembali Anjurkan Pemakaian Masker Medis


Kabar Surabaya - Dalam musim pandemi Virus COVID-19 seperti ini, pemerintah selalu tidak henti-hentinya untuk mengingatkan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan yanga telah ditetapkan. Salah satu protokol kesehatan paling dasar yang harus dipatuhi masyarakat adalah pemakaian masker kesehatan bila akan keluar rumah, Hal ini sangatlah penting guna menekan dan memutus mata rantai penyebaran Virus COVID-19 di masyarakat.


Protokol kesehatan dasar dengan menggunakan masker ini adalah hal wajib yang dilakukan saat keluar rumah. Namun, sayangnya himbauan dari pihak yang berwenang mengenai pemakaian masker kesehatan ini juga sering berubah-ubah. Hal ini tentunya akan sangat membingungkan bagi masyarakat yang menjalaninya.

Seperti pada awalnya pihak pemerintah hanya menganjurkan pemakaian masker hanya untuk mereka yang sedang sakit saja. Namun hal tersebut akhirnya diralat, bahwa semua haruslah memakai masker. Kondisi inilah yang diduga kemudian membuat harga masker medis melejit tinggi harganya. Dari yang harganya hanya Rp 35.000 sampai Rp 40.000 per-box, saat ini harganya mencapai 10x lipatnya, yaitu Rp 350.000/box.

Melihat harganya yang sangat melejit, kemudian pemerintah menganjurkan agar masyarakat menggunakan masker kain. Sehingga banyak juga masyarakat beralih dari penggunaan masker medis ke masker kain yang harganya cukup terjangkau dan bisa dipakai berulang kali setelah di cuci.

Banyak sekali donasi berbagi dari masyarakat yang menggunakan masker kain ini. Harganya mulai Rp 2.000 hingga maksimal Rp 5.000. Sekarang juga muncul masker berbentuk scuba dengan gambar dan corak motif warna-warni yang sangat menarik. Adanya masker kain ini juga turut membantu bisnis UKM yang waktu awal merebaknya COVID-19 menjadi lesu.  


Namun, baru-baru ini Organisasi Kesehatan Dunia, mengumumkan adanya protokol kesehatan penggunaan masker yang baru. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, WHO kembali masyarakat untuk kembali menggunakan masker medis. Hal ini dikarenakan protokol jaga jarak (Phisical Distancing) yang telah dianjurkan tidaklah cukup dan sulit untuk diterapkan secara ketat di masyarakat.

WHO menyarankan dengan sangat agar mereka yang bekerja difasilitas medis kembali menggunakan masker medis. Hal ini juga berlaku bagi mereka yang tidak berurusan langsung dengan COVID-19.


Selain tenaga medis, WHO juga menyarankan bagi mereka yang berusia diatas 60 tahun atau yang memiliki penyakit bawaan (komorbid) untuk kembali menggunakan masker medis. Hal ini untuk menjaga kesehatannya agar tidak terpapar oleh COVID-19. Karena resiko mereka untuk terpapar sangatlah tinggi. 

Sedangkan untuk masker kain, pihak WHO menyarankan pemerintah guna memperbaharui protokolnya. Kain yang diperbolehkan untuk masker kesehatan adalah yang terdiri dari 3 lapis. Tiap lapis dari masker medis ini harus terdiri dari bahan yang berbeda.


Bahan-bahan yang dianjurkan untuk digunakan sebagai masker kain ini adalah  Polypropylene,Katun (woven), Katun (knit), Polyester, Cellulose (tisu), Cellulose (paper towel), Silk (napkin), dan Nylon. Kombinasiyang dianjurkan untuk bahan masker kain 3 lapis ini adalah :
Kombinasi bahan ideal Kombinasi ideal untuk masker kain yaitu terdiri dari tiga lapis:
  1. Lapisan paling dalam (menyentuh mulut dan hidung) adalah material yang terbuat dari katun atau cotton blends.
  2. Lapisan tengah adalah material yang terbuat dari bahan polypropylene atau katun.
  3. Lapisan terluar adalah material yang terbuat polypropylene, polyester, atau gabungan keduanya. (yyan)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad