Ini Alasan Walikota Risma Marah Besar Saat Tiba Di Kantor Polisi - Kabar Surabaya

Breaking

Friday, June 19, 2020

Ini Alasan Walikota Risma Marah Besar Saat Tiba Di Kantor Polisi

Ini Alasan Walikota Risma Marah Besar Saat Tiba Di Kantor Polisi

Kabar Surabaya - Saat Pandemi seperti ini semua pihak terus berkonsentrasi untuk memutus mata rantai penyebaran Virus COVID-19. Baik jajaran pemerintahan maupun Kepolisian serta unsur TNI semuanya bahu-membahu untuk melawan Virus CORONA yang telah meluluh-lantakkan kehidupan masyarakat.


Rupanya, konsentrasi semua pihak untuk menangani Virus COVID-19 ini digunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab guna melancarkan aksi mereka. Seperti halnya para pengedar barang haram narkoba yang selama 6 bulan ini cukup aktif untuk melakukan kegiatannya. Bahkan saat pandemi Corona seperti ini merupakan kesempatan terbaik guna memuluskan kegiatannya, terutama bagi bandar dan pengedar.

Para pelaku kejaharan narkoba berpikir, saat semua pihak berkonsentrasi terhadap COVID-19, maka meeka bisa beraktifitas dengan nyaman. Namun rupanya mereka keliru besar, karena pihak Kepolisian masih tetap awas untuk memantau pergerakan dari para pelaku ini. Sehingga mereka bisa dibekuk dengan hasil sitaan narkoba yang nilainya mencapai 145 milyar lebih.

Sitaan barang haram ini berupa sabu, pil ekstasi, happy five, pil dobel L dan obat keras (D5). Kesemua barang haram ini disita dari 46 tersangka dam kurun waktu 6 bulan. Kasus terjadi mulai bulan Desember 2019 hingga Bulan Mei 2020.

Keberhasilan pihak Kepolisian dalam mengungkap kasus Narkoba ini dipamerkan pada Hari Kamis (16/05/2020) kemarin. Barang bukti ini dipamerkan kepada wartawan sebelum kemudian dimusnahkan. Selain barang bukti, pihak Kepolisian juga menampilkan para pelaku kejahatan dibalik barang haram tersebut.      


Pada kesempatan ini, Walikota Surabaya Tri Rismaharini juga berkesempatan untuk menyaksikan barang bukti tersebut sebelum dimusnahkan. Saat melihat semua barang bukti yang dipamerkan, raut muka Walikota Risma terlihat menegang. Sesekali kepalanya digeleng-gelengkan sambil melihat barang bukti tersebut satu demi satu.

Setelah melihat barang bukti, Walikota Risma langsung berjalan cepat menuju ke arah para tersangka. Tanpa disangka Walikota Risma berhenti disalah satu tersangka wanita yang merupakan pengedar sabu jaringan dari Malaysia. Spontan Walikota Risma marah besar dihadapan wanita berambut panjang tersebut.


"Bayangno barang iku lek kenek nang adikmu. Keluargamu, Mbakmu. Yak opo coba. Hah...! (Bayangkan jika narkoba itu kena adikmu, kakakmu, keluargamu)." bentak Risma kepada salah seorang tersangka itu.

"Cobak Bayangno maneh. Barang iku nek sampe kenek nang anakmu,  Gelem nek anakmu dikei barang ngono iku..?" (Coba bayangkan lagi, kalau barang narkoba itu mengenai anakmu, mau anakmu dikasih barang seperti itu..?)

Mendapat dampratan dari Walikota Risma, tersangka perempuan itu hanya bisa menunduk dan tidak berani menatap wajah orang nomor satu di Kota Surabaya tersebut.


Walikota Risma semakin naik pitam saat melihat salah satu tersangka mengenakan masker yang bermotifkan BONEK. Beliau tampak bergegas mengambil masker di mobilnya dan menyuruh tersangka tersebut menukar masker yang dipakainya dengan masker pemberian Walikota Risma.

"Coba kamu yang pakek Masker BONEK, lepas maskernya, pakek ini, Bikin malu Bonek, bikin malu aku.." umpat Walikota Risma sambil menyerahkan masker miliknya.

"Perlu kalian semua tahu... Aku itu menyayangi warga Surabaya seperti anak-anakku sendiri!. Sekarang kalian malah menyakiti mereka seperti ini. Coba banyangkan.....," (yyan)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad