Ini Alasan Orang Tua Murid, Agar Uang Wisuda Dikembalikan Secara Utuh - Kabar Surabaya

Breaking

Friday, June 26, 2020

Ini Alasan Orang Tua Murid, Agar Uang Wisuda Dikembalikan Secara Utuh


Kabar Surabaya - Serangan pandemi COVID-19 yang telah berjalan hampir tiga bulan ini rupanya telah memberikan efek samping yang sangat buruk bagi masyarakat. Selain dampak buruk bagi kesehatan, Virus Corona ini juga memberikan dampak buruk bagi kegiatan perekonomian masyarakat. Kondisi ini membuat rupiah demi rupiah yang telah dikumpulkan menjadi sangatlah berharga.


Kondisi ekonomi yang sulit ini juga pasti dialami oleh kebanyakan orang tua pada bulan Juni/Juli mendatang. Hal ini karena pada bulan tersebut adalah waktu dimana anak-anak memulai tahun ajaran baru sekaligus perpisahan sekolah. Biaya yang dibutuhkan untuk kegiatan ini pastilah besar. Seperti halnya biaya untuk baju seragam, buku pelajaran, kegiatan wisuda, dan lain sebagainya.

Meskipun uang sekolah sudah gratis, namun biaya diluar uang bulanan sekolah, tentunya masih harus bayar. Hal ini seperti yang dialami oleh orang tua murid yang menyekolahkan anaknya di SMAN 17 Kota Surabaya.

Pada acara pelepasan murid-muridnya yang sudah akan lulus ini, pihak Sekolah SMAN 17 Kota Surabaya berencana menggelar acara Wisuda, Acara wisuda bagi anak didik kelas tiga ini rencananya akan dilakukan pada tanggal 2 Juli 2020 mendatang. Untuk acara ini para orang tua dikenakan biaya sebesar Rp350.000 / siswa. Acara Wisuda ini digelar untuk merayakan kelulusan bagi anak didik yang nantinya akan meninggalkan bangku sekolah.

Potret pendidikan Indonesia saat ini memang sedikit mengalami perubahan. Kalau pada tahun 90'an, acara Wisuda hanya dikhususkan bagi mereka yang telah menempuh pendidikan di Universitas. Namun saat ini acara Wisuda sudah mulai digunakan sejak lepas dari PAUD. Perlengkapannya juga hampir sama, dengan menggenakan Toga dan Topi Wisuda.


Prosesi Wisuda ini rupanya juga akan diterapkan oleh para pengelola SMAN 17 Kota Surabaya. Namun, karena masih dalam musim pandemi COVID-19, acara ini terpaksa dibatalkan. Karena acara wisuda ini akhirnya batal, maka orang tua muris sangat berharap dana yang telah terlanjur dibatalkan bisa dikembalikan secara utuh oleh pihak sekolah.

Namun, rupanya keinginan para orang tua murid ini tidak bersambut dengan baik. Hal ini karena pihak sekolah hanya mengembalikan uang Wisuda tersebut sebesar Rp300.000 saja. Salah satu orang tua siswa menerangkan bahwa, alasan pihak sekolah hanya mengembalikan uang Wisuda hanya Rp300.000 tersebut, karena yang Rp.50.000 akan digunakan.


Orang tua murid tersebut menjelaskan bahwa uang Rp50.000 itu oleh pihak sekolah akan digunakan untuk membeli kalung wisuda seharga Rp25.000 dan sisanya Rp25.000 lainnya digunakan untuk uang muka gedung yang akan dijadikan lokasi Wisuda.

Menurut Orang Tua murid, uang muka untuk gedung sepertinya janggal. Karena kalau gedung milik Pemkot Surabaya mestinya bisa gratis. Apalagi saat musim COVID-19 seperti saat ini, tentunya gedung tidak akan menerima kegiatan apapun. Sedangkan kalau untuk kalung Wisuda orang tua murid bisa menerima asalkan barangnya memang benar-benar ada.


Sebenarnya yang diinginkan oleh para orang tua murid ini adalah keterbukaan dari pihak sekolah. Harapannya mereka bisa mendapatkan kuitansi atau tanda terima kalau memang ada tarikan biaya untuk acara tersebut.

Masih menurut salah satu orang tua siswa, tarikan ini sebenarnya sudah diumumkan pada Bulan November 2019 lalu. Besaran tarikan ini totalnya Rp1.685.000. Dana sebesar itu digunakan untuk Biaya Wisuda Rp350.000, Biaya Tur Wisata Rp750.000, Biaya Bimbingan Belajar Rp275.000, Pembuatan kalender Rp25.000 dan pembuatan Buku Kenangan Rp285.000.


Menurut orang tua muris, pada saat itu beberapa dari mereka tidak setuju adanya acara prosesi wisuda tersbut. Namun mereka takut kalau anaknya jadi merasa tertekan. Apalagi mereka akan menghadapi Ujian nasional pasti membutuhkan konsentrasi yang tinggi.

Rencananya hari ini (Jum'at 26/06/2020) akan ada cap tiga jari. Harapannya dalam acara ini orang tua bisa mendapatkan kejelasan mengenai iuran kegiatan Wisuda yang memang tidak jadi dilaksanakan tersebut.


Sementara itu, Marlina selaku Kepala Sekolah SMAN 17 Kota Surabaya menjelaskan bahwa acara Prosesi Wisuda memang telah dibatalkan. Hal ini sesuai dengan instruksi dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk tidak menggelar acara pelepasan siswa.

Mengenai permintaan orang tua muris mengenai pengembalian uang iuran Wisauda, pihaknya akan mengkajinya lebih lanjut. "Intinya pihak sekolah tidak akan merugikan Orang Tua murid dan murid di SMAN 17 Kota Surabaya.," terang Marlina. (yyan)

*sumber : https://www.pressreader.com/indonesia/jawa-pos/20200624/282703344356607

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad