Fakta Baru Terungkap Dari Peristiwa Tertukarnya Jenazah Diduga COVOID-19 , Pihak Keluarga Lakukan Hal Ini - Kabar Surabaya

Breaking

Thursday, June 25, 2020

Fakta Baru Terungkap Dari Peristiwa Tertukarnya Jenazah Diduga COVOID-19 , Pihak Keluarga Lakukan Hal Ini


Kabar Surabaya - Pada masa pandemi Virus COVID-19 seperti saat ini, semua pihak sangat berhati-hati dalam melakukan sesuatu. Terutama bagi mereka yang berada di garda terdepan penanganan Virus Corona ini. Kesalahan sekecil apapun akan menjadi fatal sekali akibatnya, baik itu bagi diri mereka sendiri, pasien, maupun masyarakat luas. Namun, kadangkala sebagai manusia, tentunya kita semua tidak pernah luput dari kesalahan.


Hal ini seperti yang terjadi di Kota Surabaya pada Hari Rabu (24/06/2020), lalu, yaitu peristiwa yang mungkin baru pertama kali terjadi di Indonesia pada musim pandemi Corona ini. Peristiwa yang sempat terekam vidionya tersebut adalah peristiwa tertukarnya jenazah pasien yang diduga terpapar oleh COVID-19 saat akan dimakamkan didepan keluarga dan sanak saudaranya.

Vidio berdurasi 1.5 menit ini bahkan sangat viral dan cepat menyebar melalui aplikasi whatsapp grup. Didalam vidio tersebut terdapat sekitar lima hingga enam tenaga medis yang sudah mengenakan pakaian Alat Pelingdung Diri (APD) lengkap. Mereka sudah berada ditengah komplek pemakaman umum Kelurahan Pagesangan Kecamatan Jambangan Kota Surabaya.

Anehnya, saat akan memasukkan peti mati, tiba-tiba para tenaga medis ini mengangkat kembali peti yang akan dikuburkan dan memasukkannya kembali kedalam mobil ambulance. Dalam vidio tersebut juga terdengar suara orang yang bertanya "Iki mayite alamat endi iki..." (Ini janazahnya alamatnya dimana...?). Selain itu juga terdengar suara wanita yang berteriak hesteris. Suara ini diduga anak dari jenazah yang dikuburkan tersebut.

Rupanya jenazah yang akan dimakamkan tersebut tertukar dengan orang lain. Untungnya hal ini sempat diketahui oleh pihak keluarga sebelum jenazah tersebut dikebumikan. Sehingga jenazah langsung ditukarkan dan pihak Rumah sakit yang melakukan kekeliruan tersebut langsung melakukan pemakaman dengan jenazah yang sebenarnya.


Bagaimanakah kronologis lengkap dari peristiwa tertukarnya Jenazah ini...?. Pada awalnya Rumah Sakit Islam (RSI) Ahmad Yani ini kedatangan pasien yang berinisial SS. Pasien yang telah berusia 53 tahun ini mengalami gangguan kesehatan berupa meriang dan panas tinggi. Lalu pihak keluarga langsung mengantarkan almarhum ke RSI yang berlokasi dikawasan Wonokromo tersebut dengan taksi online.

Mereka tiba di rumah sakit sekitar pukul 21.00wib (hari Selasa 23/06/2020). Saat tiba dirumah sakit, almarhum SS langsung dilakukan pemeriksaan awal. Karena suhu badan akmarhum terpantau tinggai maka perawat berinisiatif untuk melakukan tindakan infus terlebih dahulu. Namun saat perawat akan mengambil infus, ternyata almarhum SS sudah dinyatakan meninggal dunia.


Lalu apa sebab kematian sebenarnya dari alamarhum SS ini..?. Dalam penjelasannya Direktur RSI Ahmas Yani Surabaya membenarkan kalau almarhum SS ini meninggal akibat serangan jantung. Namun, selain serangan jantung, SS juga mengalami gejala klinis yang mengarah ke Virus COVID-19.

Gejala klinis yang tampak pada almarhum SS adalah kesulitas bernafas dan terdapat bercak putih pada paru-paru setelah dilakukan foto rotgen. Saat itu almarhum belum sempat dilakukan SWAB Test. namun karena terdapat gejala klinis yang mengarah ke COVID-19, maka proses perlakukan jenazah dan pemakamannya wajib untuk mengikuti protokol COVID. Hal ini dulakukan gara bisa menghindari penularan kepada pihak keluarga maupun orang-orang disekitarnya.


Rupanya pada saat yang bersamaan pihak RSI juga menangani jenazah yang berbeda. jenazah ini berjenis kelamin wanita. Di duga petugas pemulasaran jenazah dari RSI telah melakukan kesalahan prosedur (SOP). Kemungkinan petugas pemulasaran jenazah tersebut keliru dalam memberikan tanda dan terlalu terburu-buru dalam bekerja sehingga terjadi kesalahan tersebut.


Pihak RSI Ahmad Yani dalam hal ini juga telah meminta maaf sedalam-dalamnya kepada pihak keluarga. Puhak RSI juga telah mengutus perwakilannya untuk menemui langsung pihak keluarga almarhum guna meminta maaf dan menjelaskan duduk perkara sebenarnya.

"Ini murni kesalahan dari pihak kami (RSI Ahmad Yani), kami juga telah memberikan teguran kepada petugas kami dan sekali lagi kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak keluarga,". 

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad