Wali Kota Risma : Lurah Harus Cari Warga Yang Kelaparan... - Kabar Surabaya

Breaking

Thursday, January 23, 2020

Wali Kota Risma : Lurah Harus Cari Warga Yang Kelaparan...

Wali Kota Risma : Lurah Harus Cari Warga Yang Kelaparan... 


Kabar Surabaya - Kota Surabaya adalah kota yang berusaha memberikan beragam kenyamanan kepada warganya. Rasa nyaman ini tentunya bisa dirasakan apabila semua kebutuhan dasar setiap orang telah terpenuhi, terutama dalam bidang pangan. Demi menjamin kebutuhan dasar ini terpenuhi, Pemkot Surabaya telah mempunyai suatu program yang bernama Permakanan. 



Program Permakanan ini memiliki target untuk memberikan makanan siap saji kepada warga Kota Surabaya yang sangat membutuhkan. Targetnya adalah tidak ada lagi warga yang kelaparan di seluruh Kota Surabaya. 

Program yang telah dimulai pada tahun 2013 ini digagas oleh Wali Kota Risma ketika beliau mendengar kabar bahwa ada seseorang yang meninggal dunia karena kelaparan. Karena tidak ingin ada warga Kota Surabaya yang menderita kelaparan akhirnya terciptalah Program Permakanan ini 



Ada tiga sasaran yang menjadi target dari Program Permakanan ini, yaitu para lansia yang telah berusia 65 tahun lebih, anak yatim, piatu dan yatim piatu yang berusia dibawah 18 tahun serta para penyandang disabilitas. Para penerima Program Permakanan ini setiap harinya selalu diberikan makanan sehat dan langsung diantar ke kediaman mereka masing-masing. Sampai saat ini ada sekitar 31ribu jiwa lebih yang telah menerima Program Permakanan ini.

Pada tahun ini, Program Permakanan akan mengalami perubahan pengelolaan. Kalau sebelumnya program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat ini dikelola oleh Dinas Sosial, saat ini Program permakanan ini dikelola oleh Kelurahan. Dengan dikelola oleh Kelurahan, harapannya program ini akan bisa menjangkau semua lapisan masyarakat yang membutuhkan.



Dalam suatu kesempatan Wali Kota Risma telah berpesan kepada para Lurah untuk serius mencari warganya yang kelaparan atau kekurangan biaya hanya untuk membeli makanan. 

"Saya minta kepada para Lurah-Lurah untuk serius menjalankan Program Permakanan ini, Kalau ada warganya yang terindikasi kelaparan dan miskin langsung tangani dengan baik, "terang Wali Kota Risma. "Tolong di cari dengan teliti, saya tidak mau ketika waktunya nanti ditanya oleh Malaikat mengapa masih ada orang Surabaya yang kelaparan," sambungnya. 



"Kalaupun nanti ternyata masih ada warga Kota Surabaya yang kelaparan, saya tinggal jawab, sudah saya sampaikan kepada lurah-lurah saya," jelas Walikota Risma. "Oleh karena itu, saya sangat wanti-wanti, kepada Camat dan Lurah, jangan sampai ada laporan yang masuk kepada saya, kalau ternyata masih ada warga di Kota Surabaya yang kelaparan,".

Menurut Walikota Risma, jika ada warga di sekitarnya yang kelaparan dan para Lurah bisa membantunya dengan Program Permakanan ini, maka hal tersebut termasuk ibadah yang sangat ringan namun bermanfaat dan tidak mengeluarkan biaya. Harusnya Lurah beserta rekan-rekan dinas di Kelurahannya bisa melakukannya dengan baik.



"Jabatan sebagai Walikota, Camat dan Lurah merupakan tanggung jawab yang harus kita pertanggung-jawabkan kelak dikemudian hari, ini amanah yang di titipkan oleh Allah SWT kepada kita dan kita harus melaksanakannya denga iklash demu kemakmuran warga yang ada di lingkungan kita," tutur Wali Kota Risma kepada jajarannya.

Wali Kota Risma juga menekankan bahwa jabatan yang mereka sandang ini adalah milik Allah SWT. Beliau mengungkapkan, bahwa saat ini dirinya, Camat dan Lurah masih di berikan kepercayaan untuk memegang jabatan, namun tidak berarti hal ini akan selamanya. 



"Kita tidak tau, bahwa tiga jam nanti, kita akan jadi apa, jadi jaga amanah ini, lakukan dengan penuh tanggung jawab demi kemakmuran warga di sekitar kita,". 

Dalam prakteknya, Program Permakanan ini nantinya akan dilakukan dari warga ke warga. Pemkot akan memberikan dana ke salah satu warga disuatu kawasan untuk mengolah makanan sekaligus membagikan makanan tersebut kepada warga yang membutuhkannya. Biasanya makanan tersebut di hantarkan kepada penerima dengan menggunakan motor. Karena mayoritas penerima seringkali tinggal di kampung-kampung yang gangnya cukup sempit. 



Meskipun lauk-pauknya cukup sederhana, namun pengelola Program Permakanan ini tetap harus memperhatikan soal gizi yang seimbang. Nilai gizi ini juga telah mengikuti standart dari ahli gizi Pemkot Surabaya. (Yanuar Yudha)

2 comments:

  1. Cukup menginspirasi, untuk membantu warga yg memerlukan. Walau sifatnya sesaat. Masalah tanya , bila ada warga yg pura-pura nggak mampu , nggak mau mencari nafkah meski tubuh masih sehat belum renta. Tentu perlu ' bantuan' bentuk yg lain dari Pemerintah.

    ReplyDelete
  2. sgt setuju sekli....sbg warga jatim saya ikut bangga dgn bu risma.l love bu risma

    ReplyDelete

Post Bottom Ad