Kronologis Meninggalnya Pasutri Yang Tertimpa Pohon Tumbang - Kabar Surabaya

Breaking

Monday, January 6, 2020

Kronologis Meninggalnya Pasutri Yang Tertimpa Pohon Tumbang

Kronologis Meninggalnya Pasutri Yang Tertimpa Pohon Tumbang


Kabar Surabaya - Puncak musim penghujan diperkirakan masih akan datang pada pertengahan bulan Januari 2020 hingga bulan Februari 2020 mendatang. Namun, meskipun demikian saat ini intensitas hujan dan angin lebat yang menyerang Kota Surabaya sudah terbilang cukup tinggi. Bahkan tingginya kecepatan angin ini sampai menyebabkan beberapa pohon di wilayah Kota Pahlawan ini bertumbangan.     

Sejak hari Minggu (05/01/2020) lalu, beberapa wilayah di Jawa Timur memang dilanda hujan deras dan angin kencang. Menurut data dari BPBD Jawa Timur, hujan deras dan angin kencang ini menyerang sejumlah daerah, yaitu Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Gresik, Kabupaten Magetan, Kabupaten Jombang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Pasuruan, kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sumenep.

Dari beberapa daerah tersebut, Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo adalah daerah yang mengalami serangan angin kencang tertinggi. Di Kabupaten Sidoarjo bahkan banyak tiang listrik yang tumbang sehingga mengakibatkan aliran listrik ke puluhan rumah terpaksa padam untuk beberapa waktu.

Pada hari Senin (06/01/2020) sore, hujan deras dan angin kencang rupanya masih belum mau beranjak dari Kota Surabaya ini. Kedatangan serangan hujan deras dan angin kencang sudah tampak tanda-tandanya sejak pukul 15.00wib. Hal ini tampak pada tebalnya medung pekat yang bergelanyut di atas langit Kota Pahlawan. Meskipun langit telah nampak gelap, namun hawa panas masih kerap terasa.

Pada sekitar pukul 16.00wib, hujan deras dan angin kencang langsung datang menyerang Kota Surabaya. Serangan angin kencang kali ini termasuk yang paling ganas. Hal ini seperti yang diutarakan oleh Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda yang menyatakan bahwa kecepatan angin pada Hari Senin sore termasuk kecepatan yang sangat tinggi. Bahkan sudah diatas normal. Bila kecepatan normal angin adalah 5 knot atau 30km perjam, yang terjadi kemarin, kecepatan nagin bisa mencapai 30knot atau 60km/jam. 

Dengan kecepatan angin sebesar 60km/jam, maka sangat wajar apabila banyak pepohonan di Kota Surabaya ini yang akhirnya tumbang. Dari data yang ada, beberapa pohon yang tumbang ini berada di kawasan Jalan Tunjungan yang menimpa 1 unit mobil, Jalan Tembaan yang menimpa 1 unit mobil, Depan Gedung Keuangan Negara di Jalan Indrapura, Jalan HR Muhammad, Jalan Raya Gubeng, JaLan.Peneleh, Jalan Embong Malang depan Tunjungan Plaza, Jalan Darmo depan Wisma Wishmilak dan Jalan Mayjend Sungkono.

Dahsyatnya angin kencang hari ini ternyata juga menimbulkan korban jiwa. Korban jiwa ini dialami oleh pasangan suami istri (Tan Tiong Tjing, 49 tahun, dan Elisa, 47 tahun) asal Sidotopo Wetan Kota Surabaya. Sore itu mereka berboncengan motor matik sedang menyusuri jalan Johar. Rutinitas ini selalu dilakukan, karena Tan memang setiap hari menjemput istrinya Elisa yang bekerja di kawasan Dupak.


Meskipun sore itu hujan cukup deras, namun entah mengapa kedua pasutri ini tetap saja melanjutkan perjalanan mereka. Sesampainya di jalan johar tiba-tiba saja pohon besar yang berada di dekat mereka melintas, tumbang akibat kerasnya angin. Pohon ini tepat mengenai mereka berdua.

Melihat hal tersebut, masyarakat yang berada disekitar lokasi langsung melakukan pertolongan. Tidak lama kemudian petugas Kepolisian, Tim Medis Pemkot Surabaya juga tiba di lokasi. Namun keduanya dinyatakan telah meninggal ditempat kejadian. Hingga malam tadi, kedua korban masih berada di Rumah Sakit Dokter Soetomo Surabaya. Tampak di lokasi yang sama beberapa pejabat dari Pemkot Surabaya turut menjenguk dan mamantau kondisi korban.        

Banyaknya pohon tumbang ini benar-benar membuat seluruh satgas di Kota Surabaya bekerja ekstra keras. Pada saat angin kencang tadi, banyak sekali nomor yang masuk ke Command Center 112 untuk melaporkan kondisi yang ada. Hal ini membuat nomor tanggap bencana ini sulit sekali untuk di akses.

Selain Comand Center 112, call center 123 juga sulit untuk dihubungi. Hal ini seperti yang dialami oleh Shohib, warga Nyamplungan yang listrik rumahnya padam sejak pukul 16.00wib. "Saya coba telpon terus tapi tidak bisa masuk," ujarnya. Ketika ditelusuri lewat Satgas di Kelurahan, memang di kawasan tersebut terdapat pohon tumbang yang juga memutus kabel listrik PLN. Hal inilah yang mengakibatkan sejumlah aliran listrik menjadi padam. (Yanuar Yudha)    

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad