Kronologi Janda Empat Anak Di Hunus Pisau Dapur, Hingga Pelakunya Berhasil Ditangkap - Kabar Surabaya

Breaking

Friday, January 31, 2020

Kronologi Janda Empat Anak Di Hunus Pisau Dapur, Hingga Pelakunya Berhasil Ditangkap

Kronologi Janda Empat Anak Di Hunus Pisau Dapur, Hingga Pelakunya Berhasil Ditangkap


Kabar Surabaya - Dalam seminggu ini banyak sekali kabar menghebohkan yang terjadi di Kota Surabaya. Setelah ada pria yang tewas akibat bunuh diri di Flyover Pasar Kembang. Kemarin (Kamis 30/01/2020) terdapat peristiwa yang juga tidak kalah mengerikannya. Yaitu peristiwa pembunuhan yang menimpa warga Petemon Barat Surabaya.



Peristiwa pembunuhan ini berawal dari kedatangan Abdus Salam ( warga Pesapen Perlis Surabaya ke rumah kost Mardiana (43 tahun) yang berada di Petemon Barat Surabaya. Abdus Salam (53 tahun) sendiri adalah suami ke-empat dari Mardiana yang statusnya sudah berpisah setelah sebelumnya menjalani kawin siri. 

Kedatangan Abdus Salam ini rupanya mempunyai tujuan untuk mengajak mantan istrinya rujuk kembali. Setelah sampai di tempat kost mantan istrinya, Abdus Salam sempat makan bersama berdua sambil mengutarakan niatnya tersebut. Namun, entah apa yang terjadi, tiba-tiba mereka berdua saling adu mulut. Pertengkaran ini terdengar sangat keras dan tiba tiba terdengar suara minta tolong dari Mardiana.



Ketika mendengar teriakan dari Mariana, Yusuf, salah satu tetangganya langsung mencoba mencari asal suara tersebut. Di dekat lokasi kost Mariana, Yusuf bertemu dengan paman Mariana yang bernama Heri. Sebenarnya Yusuf dan Heri ingin langsung naik ke atas, namun mereka berdua sedikit ragu. Tidak lama kemudian mereka melihat Abdus Salam yang keluar dari kost sambil membawa sebuah benda yang dibungkus oleh kertas koran.

Saat melewati Yusuf dan Heri, langkah Abdus Salam terlihat biasa saja. Hal inilah yang membuat Yusuf dan Heri tidak mempunyai prasangka buruk. Bahkan motor yang digunakan oleh Abdus Salam juga ditinggalkan begitu saja di lokasi. Lalu kedua orang ini mencoba untuk naik ke tangga kost Mariana. Keduanya langsung terkejut ketika melihat Mariana tergeletak di atas tangga.



Kondisi Mariana tampak tergeletak dan pingsan. Namun ketika keduanya mendekati korban, Mariana masih sempat siuman dan hendak menuruni tangga. Saat itu tubuhnya sudah berlumuran darah yang diduga akibat tusukan senjata tajam dari Abdus Salam. Namun saat itu, Heri mencegah mariana untuk bergerak terlebih dahulu, kerena kondisinya sudah berlumuran darah pada bagian daa, perut dan punggungnya. Heri menyarankan agar Mariana menunggu tim medis yang sudah dalam perjalanan. Namun sayangnya nyawa Mariana tidak tertolong saat tim medis tiba di lokasi sekitar pukul 12.00wib. 

Saat pihak Kepolisian tiba, mereka langsung melakukan olah lokasi. Kanitreskrim Polsek Sawahan Iptu Ristitanto menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan secara serius. Jenazah marianan langsung dibawa ke Rumah Sakit Dr.Sotomo untuk dilakukan autopsi. Polisi menduga kuat terduga bahwa pelaku adalah mantan suami ke-empat Mariana. 



Pihak polsek Sawahan di bantu oleh Unit Jatanras dan Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya. Sore itu juga semua petugas sudah menyebar untuk mencari keberadaan pelaku pembuhuhan sadis tersebut. 

Namun pelarian Abdus Salam tidak terlalu lama, karena pihak Kepolisian telah berhasil menangkapnya pada malam harinya. Saat ini pelaku telah diamanlan dan dimintai keterangan lebih lanjut. Abdus Salam lalu ditangkap dirumahnya yang berada di Pulau Madura. Tepatnya di Desa Kedok, Kecamatan Torjun, Sampang Madura.


Dari pengakuan tersangka terkuaklah motif pembunuhan yang sebenarnya. Awalnya tersangka Abdus Salam ingin mengajak korban Mardiana untuk rujuk kembali setelah berpisah pada tahun 2017 silam. Namun, ketika korban mengajak untuk menikah resmi, tersangka mengaku tidak memiliki uang.

Hal inilah yang kemudian membuat Mariana marah dan berniat membatalkan proses rujuk. Mariana juga menyuruh Abdus Salam untuk membawa surat rujuk kembali kerumahnya. mendapatkan perlakukan seperti ini Abdus Salam yang memang terkenal temperan, langsung marah.


Sempat terjadi dorong-mendorong antara keduanya, lalu Abdus Salam melihat pisau dapur dan menusukkannya berulang kali ke tubuh Mariana.

Dalam waktu dekat akan dilakukan olah TKP guna mendalami kasus pembunuhan ini. (Yanuar Yudha) 

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad