Walikota Risma : "Babahno Aku Dikiro Sempel, Asal....," - Kabar Surabaya

Breaking

Friday, January 3, 2020

Walikota Risma : "Babahno Aku Dikiro Sempel, Asal....,"

Walikota Risma : "Babahno Aku Dikiro Sempel, Asal....,"

Kabar Surabaya - Saat ini Kota Surabaya sudah memasuki musim penghujan. Berdasarkan pantauan  kondisi di lapangan, saat ini curah hujan di Kota Pahlawan ini masih belum begitu tinggi. Itupun hujan yang belum merata di semua kawasan. Namun, meskipun demikian, Pemerintah Kota Surabaya tidak ingin kecolongan. Target Walikota Surabaya Tri Rismaharini adalah, bahwa tahun ini Kota Surabaya bisa lebih siap lagi dalam menghadapi musim hujan, terutama untuk bencana banjir.



Persiapan Pemkot Surabaya dalam menghadapi musim hujan kali ini memang lebih sigap bila dibandingkan dengan tahun lalu. Semua dinas-dinas yang ada benar-benar dikerahkan secara serius untuk mengantisipasi bahaya banjir yang mungkin akan terjadi. Hal ini tampak pada satgas-satgas yang dimiliki oleh  Pemkot Surabaya yang selalu rajin turun ke sungai dan selokan guna membersihkan sumbatan yang ada.

Kegiatan pengerukan endapan sedimen yang ada di selokan juga terus dilakukan saat musim hujan masih belum datang. Setiap hari kita bisa melihat petugas yang masuk ke selokan dan keluar dengan karung berisi endapan pasir atau lumpur. 



Saat ini hampir semua selokan yang ada dipemukiman maupun di beberapa jalan protokol sudah terbangun dengan sistim box culvert. Sistim Box Culvert ini juga telah dipadankan dengan jalan raya. Jadi Pemkot Surabaya berhasil menutup sungai, yang di atasnya bisa digunakan untuk jalan umum. Ada dua keuntungan yang didapat disini, yaitu saluran air menjadi bagus dan bisa menambah ruas jalan baru.

Dalam suatu kesempatan Walikota Risma memaparkan bahwa beliau sangat menyadari mengenai gejala dari pemanasan global. Gejala ini akan mempu meningkatkan tinggi permukaan air laut. Untuk menjaga hal tersebut beliau benar-benar menghitung, apa saja yang dibutuhkan Kota Surabaya ini dalam beberapa waktu kedepan. Termasuk besaran Box Culvert yang dipasang saat ini. "Saya sengaja memesan Box Culvert ukuran super besar, agar masih mampu bertahan hingga beberapa tahun mendatang, karena kita enggak tau bagaimana dampak global warming mendatang,".



Salah satu contoh Box Culvert yang berukuran superbesar adalah yang saat ini sedang dikerjakan Pemkot Surabaya dikawasan Surabaya Barat. Sungai yang membentang dari kawasan jalan Banyu Urip hingga ke kawasan Kendung ini ditutup oleh Box Culvert yang ukurannya sangat besar. Saking besarnya, mobil sekelas xenia/avanza mungkin bisa lewat didalam Box Culvert tersebut.

Begitu juga dengan sungai-sungai yang ada. Para satgas ini sangat rajin untuk membersihkan rerumputan dan eceng gondok yang sering muncul dipermukaan sungai. Pengerukan dengan alat berat-pun juga sering dilakukan untuk memperlancar aliran air. Bahkan pengerukan ini juga dilakukan di suangi yang sejatinya bukan kewenang Kota Surabaya. Seperti sungai kewenangan provinsi yang ada di Surabaya timur. Namun, karena yang merasakan dampaknya nanti adalah warga Surabaya, tentu Pemkot tidak tinggal diam. Melalui koordinasi yang baik, Pemkot Surabaya sengaja menyiagakan satu alat berat berupa eksavator untuk melakukan pengerukan dan perbaikan dinding sungai.



Pada tahun ini Kota Surabaya juga telah membangun beberapa bozem serupa dengan danau berukuran kecil yang mampu menampung air hujan dalam jumlah yang besar. Beberapa rumah pompa baru juga telah dibangun untuk menunjang pengelolaan air yang baik.

Beberapa hari ini Walikota Surabaya Tri Rismaharini juga sering tampak melakukan melakukan sidak di rumah-rumah pompa dan beberapa tanggul yang ada di Kota Surabaya. Seperti terakhir di tanggul Kali Lamong yang saat ini di siagakan beberapa alat berat untuk berjaga-jaga. "Tanggul ini memang masih sederhana, namun InsyaAllah kami siap siaga penuh, harapannya tahun ini kami lebih siap dalam menangani musim hujan,".



Karena terlalu serius dalam menghadapi musim hujan kali ini, ada beberapa orang yang mengatakan bahwa Walikota Tri Rismaharini sudah "sempel" (gila). Mendengar perkataan orang tersebut, Walikota Risma hanya tersenyum dan menimpalinya dengan santai. "Babahno aku dikiro wong sempel, sing penting wargaku gak kebanjiran,". 

Bencana banjir memang menjadi momok di Kota Surabaya ini. Saat pertama Walikota Risma menjabat, hampr separuh dari Kota Surabaya ini adalah langganan banjir. Namun saat ini luas genangan yang ada hanya tinggal sekitar 2% saja. (Yanuar Yudha)    

1 comment:

  1. Pada tahun ini Kota Surabaya juga telah membangun beberapa bozem serupa dengan danau berukuran kecil yang mampu menampung air hujan ElangNews.com

    ReplyDelete

Post Bottom Ad