3 Point Kesepakatan Antara Kota Surabaya Dan Kabupaten Sidoarjo Mengenai Merr - Kabar Surabaya

Breaking

Tuesday, January 21, 2020

3 Point Kesepakatan Antara Kota Surabaya Dan Kabupaten Sidoarjo Mengenai Merr

3 Point Kesepakatan Antara Kota Surabaya Dan Kabupaten SidoarjoMengenai Merr


Kabar Surabaya - Perkembangan Jalan Merr 2C Gunung Anyar yang menghubungkan Kota Surabaya dengan Kabupaten Sidoarjo memang tidak semulus seperti permukaan aspalnya. Meskipun pembangunan fisiknya telah selesai dan semua rambu-rambu telah terpasang, namun hingga saat ini, jalan tersebut belum bisa dinikmati sepenuhnya oleh masyarakat. 



Saat ini masyarakat hanya bisa melewati jalur Merr 2C dari arah utara menuju ke selatan saja, yaitu dari arah Gunung Anyar ke Sidoarjo. Sedangkan sisi sebaliknya masih belum dibuka oleh Pemkot Surabaya. Padahal sejatinya semua infrastruktur jalan sudah siap, termasuk trafic light dan rambu-rambunya.

Penutupan salah satu jalur Merr 2c Gunung Anyar ini, dikarenakan masih belum adanya kesepahaman, antara Pihak Pemkot Surabay dengan Pemkab Sidoarjo mengenai rekayasa lalu-lintas yang ada. Rekayasa lalu-lintas yang masih menjadi perdebatan antara kedua belah pihak adalah putaran balik selepas melewati Jalur Merr2C hingga menuju ke Toll Waru - Juanda.  



Dalam hal rekayasa lalu-lintas ini, pihak Pemkot Surabaya berkeinginan agar selepas melewati jalan Merr 2C, pengendara mobil bisa langsung naik ke atas tol atau bisa langsung menuju ke arah Gedangan tanpa harus putar balik terlebih dahulu. Namun dalam hal ini Pemkab Sidoarjo tidak sependapat. Anak Buah Bupati Saiful Ilah ini berpendapat bahwa putar balik tetap diperlukan untuk menghindari kemacetan. Bahkan dalam hal ini Pemkab Sidoarjo telah menutup putaran balik langsung ke tol dan menggantinya dengan median jalan. Sehingga pengendara mobil harus putar balik terlebih dahulu hingga 500meter sampai didepan sport center perumahan Pondok Chandra Indah.

Sedangkan menurut pihak Dishub Kota Surabaya, peletakan traffic light di dekat bundaran tersebut di anggap sudah cukup mampu untuk mengatur arus lalu-lintas sehingga tidak akan terjadi antrean panjang di kawasan tersebut.



Tidak mau masalah ini terus berlanjut, Dinas Perhubungan Jawa Timur langsung memanggil keduanya untuk melakukan koordinasi. Hadir dalam acara koordinasi ini adalah Dishub Kota surabaya, Dinas PU Bina marga dan Pematusan Kota Surabaya, Dishub Pembak Sidoarjo, pihak Patroli Jalan Raya Ditlantas Polda Jatim, perwakilan Perumahan Pondok Chandra serta perwakilan PT Citra Margatama Surabaya selaku pengelola tol.

Pertemuan yang digagas mulai siang hari ini ternyata cukup alot. Bahkan, hingga pukul 16.15wib, kedua belah pihak pihak masih bersikukuh dengan pendapatnya masing-masing. Kedua belah pihak juga telah memaparkan kajian lalu-lintas yang telah dibuatnya di hadapan Dinas Perhubungan Jatim.



Setelah berdiskusi cukup panjang, akhirnya kedua belah pihak sepakat untuk membuka Jalan merr 2c Gunung Anyar sepenuhnya pada Bulan Februari mendatang. Mediasi yang diaspirasi oleh pihak Dishub Jatim ini menghasilkan tiga poin kesepakatan, yang salah satunya adalah kesediaan Pemkab Sidoarjo dan perumahan Pondok Chandra untuk membongkar media jalan. Sehingga pengendara motor bisa langsung masuk ke jalan Tol atau bisa langsung menuju ke arah Gedhangan setelah keluar dari jalan merr 2c Gunung Anyar.  

Pihak perumahan pondok Chandra sendiri nantinya akan membongkar median jalan tersebut pada tanggal 10 Februari 2020 mendatang. Dan setelahnya, akan dilakukan pengerasan tanah, sehingga akan bisa di aspal kembali. Setelah itu. Dishub Kota Surabaya dan Sidoarjo akan melakukan pengecekan semua rambu dan kelayakan jalan sebelum jalan Merr 2C benar-benar di buka untuk umum. 



Dalam kesempatan ini pihak Dishub Kota Surabaya masih enggan untuk menandatangani surat kesepakatan tersebut. Hal ini dikarenakan pihak Kota Surabaya masih menunggu proses pembongkaran median jalan yang dilakukan oleh pihak Perumahan Pondok Chandra selesai dilakukan. (Yanuar Yudha)

1 comment:

Post Bottom Ad