Hadapi Cuaca Ekstrim, Pemkot Surabaya Siapkan Posko Logistik - Kabar Surabaya

Breaking

Wednesday, January 8, 2020

Hadapi Cuaca Ekstrim, Pemkot Surabaya Siapkan Posko Logistik

Hadapi Cuaca Ekstrim, Pemkot Surabaya Siapkan Posko Logistik


Kabar Surabaya - Puncak musim hujan di Kota Surabaya akan jatuh pada bulan Januari dan bulan Februari mendatang. Namun Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika telah memberikan warning bahwa dalam sepuluh hari mendatang ini Kota Surabaya akan dilanda oleh cuaca ekstrim. 


Cuaca ekstrim ini juga telah menghampiri Kota Surabaya beberapa hari belakangan ini. Cuaca ekstrim di Kota Surabaya ini berupa hujan deras, angin kencang dan angin puting beliung. Bencana ini telah menimbulkan kerusakan pada rumah nelayan, tumbangnya banyak pepohonan, bahkan juga telah memakan korban jiwa. 

Untuk menghindari lagi jatuhnya korban jiwa yang ada, maka Pemerintah Kota Surabaya telah melakukan langkah-langkah antisipatif yang dibutuhkan. Belakangan ini media-media sosial milik Pemkot Surabaya juga secara masif mengeluarkan himbauan-himbauan bagi masyarakat. Himbauan ini berupa langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menghadapi cuaca ekstrim seperti saat ini.  


Selain himbauan lewat media sosial, Wali Kota Tri Rismaharini juga lebih rajin lagi unruk meninjau infrastruktur-infrastruktur yang telah di siapkan untuk menghadapi bencana, khususnya bencana banjir. Beberapa rumah pompa yang ada di Kota Pahlawan ini tidak luput dari sidak yang dilakukan oleh Wali Kota wanita pertama di Kota Surabaya ini.

Bangunan tanggul di Kali Lamong juga sering mendapatkan perhatian dari Wali Kota Risma. Tanggul ini sangat diperlukan untuk mencegah banjir yang berasal dari luapan Kali Lamong. Tanggul ini terbilang cukup efektif. Saat ini di kala Kabupaten Gresik mengalami kebanjiran, sisi Kota Surabaya masih tetap aman. 


Untuk menghadapi cuaca ekstrim ini Pemkot Surabaya memang cukup serius. Sejumlah Posko Penanggulangan Bencana juga telah didirikan pada sejumlah lokasi. Posko ini berisikan satgas-satgas yang selalu dalam keadaan siap selama 24 jam. Satgas ini terdiri dari unit kesehatan serta unit-unit lain yang di butuhkan.

Selain bencana banjir, Pemkot Surabaya juga mewaspadai terjadinya bencana yang ada di kawasan laut. Dengan kecepatan angin yang tinggi, tentunya membuat ombak di lautan menjadi semakin besar dan sangat membahayakan bagi nelayan yang sedang mencari ikan.


Khusus untuk para nelayan, saat ini Pemkot Surabaya juga telah memberikan perhatian secara khusus. Sebanyak 6 unit Weather Information Display (WID) telah di periksa kelayakannya. Ke -6 alat ini merupakan alat informasi bagi para nelayan sebelum pergi melaut. Pada alat ini akan disajikan informasi berupa suhu udara, kelembapan udara, kondisi cuaca, kecepatan dan arah angin,  jarak pandang, bahkan bisa mengetahui tinggi gelombang di tengah laut.

Data yang disajikan di WID ini merupakan data real time yang didapatkan dari BMKG Maritim Tanjung Perak Kota Surabaya. Kedepan pada WID ini akan tersaji data Early warning System  apabila terjadi tsunami atau cuaca buruk lainnya. 


Beberapa WID yang dimiliki oleh Pemkot Surabaya telah terpasang di beberapa lokasi pesisir pantai. Seperti di Taman Suroboyo Pantai kenjeran,  Masjid Al-Mabrur -Nambangan Kenjeran, Tambat Labuh Sontoh laut-Asemrowo, Sentra Ikan Romokalisari, Titik Kumpul Nelayan Tambak Wedi, dan Titik Kumpul Nelayan Kalisari.

Selain WID, Pemkot Surabaya juga telah memasang 20 unit TV Wall. TV Wall ini akan menmpilkan informasi seperti halnya WID dan akan dipasang di Balai RW  dan perkampungan nelayan. 


Saat ini Pemkot Surabaya juga telah mendirikan Gudang Logistik yang bekerjasama dengan Bulog. Gudang logistik ini berisi beras yang siap dibagikan apabila terjadi krisis pangan yang disebabkan karena bencana. Nantinya para nelayan yang tidak bisa melaut karena cuaca buruk akan mendapatkan bantuan beras secara gratis. (Yauar Yudha)   

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad