Wali Kota Risma Siap Boyongan Ke Jakarta...? - Kabar Surabaya

Breaking

Tuesday, January 14, 2020

Wali Kota Risma Siap Boyongan Ke Jakarta...?


Kabar Surabaya - Pada tahun 2020 ini Kota Surabaya akan menjalani Pemilihan Daerah Serempak untuk memilih Wali Kota baru. Jabatan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pada tahun ini di pastikan sudah selesai. Hal ini karena Wali Kota Risma sudah memasuki jabatan dua periode. Sehingga berdasarkan undang-undang beliau sudah tidak bisa mencalonkan diri kembali.


Lantas, apa langkah selanjutnya yang akan di ambil oleh Wali Kota Risma setelah beliau melepas jabatan debagai Wali Kota Surabaya...?. Hal ini masih menjadi pertanyaan publik, terutama bagi warga Kota Surabaya sendiri yang hingga saat ini masih berat melepasnya.

Teka-teki ini sedikit mendapatkan pencerahan saat Partai PDI Perjuangan menggelar Rakernas Di Jakarta lalu. Pada Rekernas tersebut sempat beredar rumor bahwasannya Wali Kota Risma bakal di ajukan untuk bersaing pada pemilihan gubenur DKI Jakarta pada pemilihan 2022 mendatang. 


Sebenarnya nama Wali Kota Risma sudah santer untuk di majukan sebagai calon Gubenur DKI Jakarta pada periode lalu. Bukan hanya sebagai Gubenur, nama Wali Kota Surabaya ini bahkan pernah di rumorkan untuk mengisi jabatan sebagai menteri pada periode kepemimpinan Presiden Jokowi yang kedua ini. Namun semua rumor ini akhirnya terbantahkan dengan masih setianya Wali Kota Tri Rismaharini terhadap sumpah jabatannya untuk memimpin Kota Surabaya hingga habis masa jabatannya.

Namun, saat ini kondisinya sudah berbeda, mengingat Wali Kota Risma sudah tidak bisa maju lagi menjadi Wali Kota Surabaya untuk periode mendatang. Bahkan, saat Rakernas PDI Perjuangan lalu, terkuak bahwasannya wanita asal Kediri ini bakalan stay di Jakarta untuk mengemban tugas khusus dari parta PDI Perjuangan. Sebagaimana diketahui bahwasannya saat ini Wali Kota Risma menjabat sebagai Ketua Bidang Kebudayaan PDI Perjuangan.


"Saya mempunyai tugas untuk mendata rempah-rempah asli milik Indonesia, karena hal ini menjadi kekayaan asli dari bangsa Indonesia yang harus di lestarikan," jelas Wali Kota Risma. "Jadi sepertinya kedepan saya harus tinggal lebih lama di Kota Jakarta," sambungnya. 

Ketika di tanyakan perihal kemungkinannya beliau akan diajukan untuk menjadi bakal calon Gubenur DKI Jakarta, Wali Kota Risma meresponnya dengan santai. Namun, jawaban Wali Kota Risma kalau ini sangat berbeda dengan jawaban-jawaban beliau sebelumnya. Kalau sebelumnya beliau secara tegas menolak, kali ini seakan memberikan isyarat yang berbeda.


Bahkan secara terang-terangan Wali Kota Risma menyatakan berkenan untuk maju menjadi calon Gubenur DKI Jakarta pada tahun 2022 mendatang kalau memang mendapatkan rekomendasi dari partai PDI Perjuangan.    

"Hal ini sama ketika saya menjadi Wali Kota Surabaya, waktu itu Ibu Megawati sendiri yang memberikan rekomendasinya, " Jelas Risma. 


Namun, Wali Kota Risma juga memberikan statement mengenai masyarakat miskin. Hal ini karena, dirinya akan merasa gagal apabila telah diangkat menjadi Gubenur , Menteri atau President bila masih ada masyarakat miskin di wilayah yang dia pimpin. 

'Untuk apa saya jadi Gubenur, lalu naik menjadi Presiden, apabila masih ada rakyat miskin di wilayah yang saya pimpin, kalau itu sampai terjadi, berarti jabatan tersebut enggak ada gunanya untuk saya, " jelasnya.


Di Kota Surabaya sendiri sampai saat ini Wali Kota Risma juga masih mendapatkan laporan adanya warga miskin atau warga yang tidak mampu menruskan sekolahnya. Kalau menemukan hal tersebut, Wali Kota Risma mengaku sampai mencarinya sendiri sampai ketemu dengan yang bersangkutan.  Lalu akan dicarikan solusi terbaiknya.

"Intinya semua saya serahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, biarlah Tuhan yang nantinya mengatur untuk saya," pungkas Walikota Risma. (Yanuar Yudha)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad