Bukan Masalah Kuota Internet, Tapi Karena Ini Pemkot Surabaya Akan Buka Kembali Sekolah SMP - Kabar Surabaya

Breaking

Thursday, July 30, 2020

Bukan Masalah Kuota Internet, Tapi Karena Ini Pemkot Surabaya Akan Buka Kembali Sekolah SMP


Kabar Surabaya - Dimasa pandemi COVID-19 seperti saat ini para siswa sekolah harus terbiasa untuk belajar dengan menggunakan sistim daring/online. Sistim pembelajaran online ini memang mutlak harus dilakukan karena anak-anak sangat rentan terpapar oleh Virus Corona ini. Para pendidik tentunya juga tidak mau mengambil resiko sekecil apapun demi keselamatan anak didiknya.


Pelaksanaan sekolah dengan sistim daring ini rupanya menimbulkan permasalahan tersendiri bagi siswa. Pengadaan gadget dan mahalnya kuota internet masih menjadi kendala bagi banyak siswa. Terutama bagi mereka yang tinggal dipedalaman maupun kawasan pelosok yang tidak terjangkau oleh sinyal internet.

Kota Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, sebenarnya tidak begitu kesulitan mengenai kekuatan dari sinyal internet ini. Hal ini karena keuatan sinyal masih cukup merata hingga dipelosok Kota Pahlawan ini. Kesulitan paling kentara yang dialami banyak siswa adalah masih adanya sebagian dari mereka masih belum mempu untuk membeli kuota Internet.

Baru-baru ini Pemerintak Kota Surabaya berencana akan membuka kembali sekolah dengan sitim tatap muka. Sekolah yang akan dibuka ini nantinya adalah sekolah tingkat SMP dan saat ini telah dilakukan persiapan secara detail mengenai hal tersebut. Namun rencananya, tidak semua sekolah akan dibuka secara serentak tetapi akan dilakukan verifikasi terlebih dahulu.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala, Febriadhitya Prajatara selaku Humas Pemkot Surabaya. Namun tidak semuanya sekolah SMP ini akan dibuka.


" Berita kalau Pemerintah Kota Surabaya akan kembali memasukkan siswa sekolah memang benar. Tetapi tidak akan semuanya. Kami akan pastikan dulu terkait protokol kesehatannya, terus akan disimulasikan terlebih dahulu. Jadi nanti bisa diketahui, kawasan mana saja yang sekiranya sekolah SMP ini bisa masuk secara tatap muka, dan mana yang tidak boleh," ujarnya Febria.

Nantinya akan dilakukan verifikasi secara ketat, bahkan tracing langsung ke kawasan disekitar sekolah SMP tersebut. Jadi nanti bisa diketahui apakah kawasan tersebut aman dari sebaran COVID-19. Pemkot Surabaya sendiri mengaku telah memiliki data yang detail menganai kawasan mada saja yang terpapar virus Corona, maupun kawasan yang sudah dinyatakan aman.


Tracing ini tidak hanya dari kawasan sekitar lingkungan sekolah, namun juga kepada para siswanya. Siswa ini tinggal dimana, orang tuanya kerjanya apa dan beraktifitas dimana, semuanya akan ditracing dengan detail. Tentunya Pemkot Surabaya tidak ingin kalau sekolah menjadi klaster baru sebaran Virus COVID-19 di Kota Surabaya ini.

Nantinya sekolah ini akan dimasukkan dengan sistim shift atau secara bergantian. Selain itu Pemkot Surabaya juga akan bekerjasama dengan sistim swasta guna melakukan pendidikan lewat siaran televisi.

Lantas apa yang menjadi penyebab Pemkot Surabaya akan membuka kembali Sekolah SMP..?. Rupanya penyebabnya bukanlah kesulitan gadget ataupun kuota internet. Malainkan karena adanya anak-anak SMP ini yang bermain sepeda dijalanan hingga larut malam. Bukannya istirahat, namun sebagian anak-anak ini malah bermain dijalanan dengan cara berkerumun (yyan) 

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad