Ramai Dikaitkan Isu Penjarahan, Pakuwon Tegaskan Fakta di Balik Pagar Besi Mal Surabaya
Kabar Surabaya - Pakuwon Group akhirnya memberikan penjelasan terkait pemasangan pagar besi setinggi 2,5 meter di sejumlah pusat perbelanjaan miliknya di Surabaya yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Manajemen menegaskan, pemasangan pagar tersebut bukan karena krisis ekonomi maupun antisipasi penjarahan, melainkan bagian dari peningkatan keamanan dan peremajaan fasilitas.
Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi, mengatakan pemasangan pagar dilakukan secara bertahap di Pakuwon Mall Surabaya, Tunjungan Plaza (TP), Royal Plaza, hingga Pakuwon City Mall. Menurutnya, setiap lokasi memiliki alasan yang berbeda sesuai kebutuhan.
Untuk Pakuwon Mall Surabaya, pagar dipasang setelah beroperasinya Radial Road di sekitar kawasan tersebut. Keberadaan jalan baru dinilai meningkatkan potensi risiko bagi pejalan kaki sehingga diperlukan pembatas demi keselamatan pengunjung.
"Tujuannya untuk mengantisipasi kemungkinan kecelakaan, khususnya bagi pengunjung yang berjalan kaki menuju mal," ujar Sutandi.
"Material besinya sudah banyak yang keropos, sehingga kami menggantinya dengan pagar yang lebih kuat dan lebih aman. Karena waktunya berdekatan, pengerjaannya sekalian dilakukan bersama dengan lokasi lain, termasuk Pakuwon City Mall," jelasnya.
Adapun di Tunjungan Plaza, pemasangan pagar juga berkaitan dengan faktor keamanan. Lokasi mal yang berada di kawasan pusat kota dan berdekatan dengan Gedung Negara Grahadi membuat pihak pengelola ingin memberikan perlindungan tambahan ketika terjadi aksi demonstrasi.
/div>
Menanggapi berbagai spekulasi yang berkembang di media sosial, Sutandi dengan tegas membantah bahwa pembangunan pagar berkaitan dengan kondisi ekonomi atau kekhawatiran akan terjadinya penjarahan.
Ia justru menyebut kinerja Pakuwon Group sepanjang semester pertama 2026 berada dalam kondisi yang positif. Sebagai perusahaan terbuka, seluruh laporan keuangan perusahaan juga dapat diakses publik melalui Bursa Efek Indonesia.
"Kalau dikaitkan dengan kondisi ekonomi, itu tidak benar. Justru performa Pakuwon Group pada semester pertama tahun ini sangat baik. Selama libur sekolah kemarin pun aktivitas retail dan penjualan berjalan normal," katanya.
Di akhir pernyataannya, Sutandi mengapresiasi perhatian masyarakat terhadap berbagai pembangunan yang dilakukan Pakuwon Group. Ia berharap penjelasan tersebut dapat meluruskan informasi yang beredar sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

No comments:
Post a Comment