Kabar Surabaya - Badan Gizi Nasional (BGN) menjatuhkan sanksi tegas terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo, setelah muncul dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berdampak pada ratusan siswa.
SPPG Kalitengah dikenai suspend berat selama 30 hari. Selain itu, BGN mengusulkan agar kepala SPPG tersebut dicopot dan digantikan.
Dugaan keracunan MBG ini terjadi di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, dengan jumlah siswa yang terdampak mencapai 567 orang.
Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, mengatakan keputusan tersebut diambil sebagai bagian dari langkah evaluasi dan penanganan setelah kejadian tersebut.
BGN Investigasi Penyebab Dugaan Keracunan MBG
Ketut mengatakan Kepala BGN Sudaryono telah berkomunikasi dengan pemerintah daerah serta pimpinan Pondok Pesantren Manbaul Hikam untuk memastikan penanganan terhadap para siswa yang terdampak.
Menurutnya, prioritas utama saat ini adalah memastikan seluruh siswa mendapatkan penanganan medis hingga kondisi mereka benar-benar pulih.
/div>
“Kemudian, kami juga melakukan tindakan-tindakan internal. Pertama, investigasi dengan dinas kesehatan terkait dan hasilnya nanti akan kita umumkan apa yang menyebabkan keracunan,” jelas Ketut.
Hasil investigasi nantinya akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah selanjutnya sekaligus memastikan keamanan pelaksanaan program MBG.
Pemprov Jatim Pastikan Korban Mendapat Perawatan
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan penanganan siswa yang terdampak dugaan keracunan MBG di Pondok Pesantren Manbaul Hikam menjadi prioritas.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan para pasien yang menjalani perawatan di RSUD Notopuro Sidoarjo telah mendapatkan penanganan dari tim medis.
Menurut Emil, penanganan pasien dilakukan berdasarkan kondisi masing-masing sehingga tidak seluruh pasien mendapatkan tindakan medis yang sama.
“Seluruh pasien tidak ditangani secara seragam, tetapi mendapatkan penanganan khusus sesuai kondisi medis masing-masing pasien,” kata Emil.
Sejumlah Pasien Sudah Diperbolehkan Pulang
Hingga Rabu (2/9/2026) pukul 00.30 WIB, sejumlah pasien yang sebelumnya menjalani perawatan telah diperbolehkan pulang.
Mereka dapat kembali beraktivitas setelah kondisi kesehatannya dinyatakan membaik oleh tim medis.
Meski demikian, pihak rumah sakit tetap bersiaga untuk mengantisipasi adanya pasien lain yang membutuhkan penanganan akibat kejadian dugaan keracunan MBG tersebut.
Kasus ini masih dalam proses investigasi. BGN bersama dinas kesehatan akan menelusuri penyebab kejadian untuk memastikan faktor yang memicu gangguan kesehatan pada ratusan siswa di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo.

No comments:
Post a Comment