Keracunan MBG di Sidoarjo Heboh hingga Mancanegara, Ada Apa dengan Program Makan Bergizi Gratis? - Kabar Surabaya

Terbaru

Thursday, September 3, 2026

Keracunan MBG di Sidoarjo Heboh hingga Mancanegara, Ada Apa dengan Program Makan Bergizi Gratis?

Keracunan MBG di Sidoarjo Heboh hingga Mancanegara, Ada Apa dengan Program Makan Bergizi Gratis?


Kabar Surabaya - Insiden dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan santri dan siswa di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, tidak hanya menjadi perhatian publik di dalam negeri. Kasus yang diduga berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut turut mendapat sorotan dari media internasional.



Peristiwa ini terjadi setelah ratusan santri dan siswa di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, mengalami keluhan kesehatan usai menyantap makanan dari program MBG.


Kasus tersebut kemudian menjadi perhatian karena jumlah korban yang cukup besar. Sebanyak 567 siswa dan santri dilaporkan terdampak dan mendapatkan penanganan medis.


Sorotan media internasional terhadap kasus ini juga menyinggung keberlangsungan program MBG yang menjadi salah satu program pemerintah. Insiden tersebut dinilai menjadi tantangan dalam pelaksanaan program makan bergizi yang menyasar masyarakat, khususnya anak-anak dan pelajar.


BGN Ambil Tindakan terhadap SPPG Kalitengah

Menanggapi kejadian tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan memberikan sanksi kepada SPPG Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo.


SPPG tersebut dikenai suspend berat selama 30 hari. Selain itu, BGN juga mengusulkan agar kepala SPPG Kalitengah diganti sebagai bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG.


BGN juga melakukan investigasi bersama pemerintah daerah dan instansi kesehatan untuk mengetahui penyebab pasti munculnya dugaan keracunan.


Penanganan para korban menjadi prioritas utama. Pemerintah memastikan para siswa dan santri yang terdampak mendapatkan perawatan hingga kondisi mereka membaik.


/div>

Pemerintah Evaluasi Pelaksanaan MBG

Kasus keracunan massal di Sidoarjo menjadi momentum bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG, termasuk proses penyediaan, pengolahan hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.


Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyatakan bahwa keselamatan dan pemulihan para korban menjadi perhatian utama.


Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan bahwa pasien yang menjalani perawatan di RSUD Notopuro Sidoarjo mendapatkan penanganan sesuai kondisi medis masing-masing.


Sejumlah pasien yang kondisinya telah membaik juga mulai diperbolehkan pulang. Meski demikian, rumah sakit tetap bersiaga untuk memberikan penanganan apabila diperlukan.


Insiden di Sidoarjo kini menjadi perhatian lebih luas karena menyangkut aspek keamanan pangan sekaligus pelaksanaan program MBG. Pemerintah pun dituntut memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi di daerah lain.


Kasus ini sekaligus memperlihatkan pentingnya pengawasan ketat terhadap seluruh rantai penyelenggaraan Makan Bergizi Gratis, mulai dari dapur penyedia makanan hingga makanan diterima dan dikonsumsi oleh para siswa.



No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad