567 Orang Diduga Keracunan MBG di Sidoarjo, Orang Tua Korban Minta Program Dihentikan
Kabar Surabaya - Kasus dugaan keracunan akibat Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo membuat sejumlah korban dan orang tua merasa khawatir. Bahkan, ada orang tua korban yang berharap program MBG dihentikan setelah ratusan santri dan siswa mengalami gangguan kesehatan.
Salah satunya disampaikan Syafaat, warga Ketegan, Sidoarjo. Putranya, MR, yang merupakan santri kelas VII Pondok Pesantren Manbaul Hikam Sidoarjo, masih menjalani perawatan di RSUD Notopuro Sidoarjo pada Rabu (2/9/2026) sore.
Syafaat mengatakan, putranya mengonsumsi makanan MBG yang dibagikan di pondok pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Menu yang diterima antara lain nasi, telur orak-arik, tempe, sayur, dan apel.
Makanan tersebut didistribusikan oleh SPPG Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.
Mulai Pusing dan Mual Sejak Pagi
Menurut Syafaat, kondisi anaknya mulai berubah pada Rabu pagi. Sekitar pukul 06.00 WIB, MR mulai mengeluhkan pusing dan mual.
“Jam 2 siang tadi dibawa ke rumah sakit. Yang dirasakan pusing, mulai sejak jam 06.00 pagi,” ujar Syafaat.
Syafaat mengaku khawatir dengan kondisi anaknya. Ia pun berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dan meminta pemerintah mengevaluasi keberlanjutan program MBG.
“Kalau bisa ditutup saja, karena banyak kejadian keracunan,” katanya.
Santri Mengaku Kapok Konsumsi MBG
MR sendiri mengaku mengalami pusing hingga tubuh terasa lemas pada Rabu pagi.
/div>
Meski demikian, MR mengatakan makanan yang dikonsumsinya tidak memiliki bau yang aneh.
Santri yang baru sekitar dua bulan tinggal di pondok tersebut mengaku trauma dan tidak ingin kembali mengonsumsi makanan MBG karena takut kejadian serupa terulang.
“Enggak, takut terulang lagi,” ujar MR saat ditanya apakah masih ingin mengonsumsi MBG.
567 Pasien Ditangani
Sementara itu, jumlah warga yang mendapatkan penanganan medis akibat dugaan keracunan MBG di Sidoarjo terus menjadi perhatian.
Bupati Sidoarjo Subandi menyampaikan, hingga Rabu (2/9/2026) pukul 16.00 WIB, total pasien yang tercatat mencapai 567 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 457 pasien telah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka dinilai membaik.
Pada Rabu pagi, terdapat tambahan sekitar 26 pasien yang masuk untuk mendapatkan penanganan medis.
Kasus ini kini menjadi perhatian serius karena melibatkan ratusan santri dan siswa. Pemerintah bersama pihak terkait masih melakukan penanganan terhadap para korban sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo.

No comments:
Post a Comment