Karena hal Ini, Akhirnya Mahasiswa Papua Tuntut Kemerdekaan Papua - Kabar Surabaya

Breaking

Wednesday, December 2, 2020

Karena hal Ini, Akhirnya Mahasiswa Papua Tuntut Kemerdekaan Papua


Karena hal Ini, Akhirnya Mahasiswa Papua Tuntut Kemerdekaan Papua


Kabar Surabaya - Berdasarkan data yang ada, kondisi COVID-19 di semua daerah kembali meningkat. Kota Surabaya sendiri juga siap untuk menghadapi adanya gelombang kedua Virus Corona apabila nanti memang terjadi. Oleh karena itu, Pemkot Surabaya saat ini sedang gencar-gencarnya untuk terus memperingatkan warganya agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Apalagi sebentar lagi Kota Pahlawan akan menggelar hajatan berupa Pemilihan Walikota (Pilwali) secara serentak.

 

Meski demikian, kegiatan di Kota Surabaya ini seakan tidak pernah berhenti untuk bergerak. Salah satunya adalah aksi demo yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP). Aksi yang dilakukan pada hari Selasa (01/12/2020) ini memiliki tujuan untuk memperingati Deklarasi Kemerdekaan Papua.

 


Juru bicara aksi Deklarasi Kemerdekaan Papua, Ruby Wonda menjelaskan bahwa aksi yang dilakukannya ini merupakan aksi untuk memperingati hari Kemerdekaan Bangsa Papua. Menurutnya hari Kemerdekaan Papua ini selalu diperingati pada 1 Desember. Masih menurutnya, Bangsa West Papua ini sebenarnya sudah mendeklarasikan kemerdekaannya pada 1 Desember 1961. Namun saat itu Pemerintah Indonesia tidak mengakuinya. 


Ruby Wonda menjelaskan kalau Papua ini merupakan korban dari Neo Agreemnet yang terdiri dari Indonesia, Amerika Serikat dan Belanda. Perjanjian tersebut berisikan mengenai hak, masa depan dan sumber daya alam bangsa papua, namun sayangnya tidak pernah melibatkan bangsa Papua yang terkena dampaknya secara langsung.


”Dalam kesempatan ini, kami ingin menyampaikan bahwa dahulu rezim Soekarno datang untuk melakukan kegiatan operasi militer di seluruh Papua. Rezim tersebut mengklaim bahwa tanah Papua tersebut harus menjadi bagian dari bangsa Indonesia. Atas dorongan dari imperialisme atau investasi kepentingan serta relasi PT Freeport yang kemudian mengklaim bahwa Papua itu menjadi bagian dari indonesia,” jelas Rubi.


Oleh karena itu, dalam aksi ini mereka menuntut pengakuan Kemerdekaan serta menolak adanya otonomi khusus. Menurut mereka dengan adanya otonomi khusus ini bangsa Papua merasa mendapatkan perlakukan yang represif, selalu ditekan dan ditindas. Selain itu mereka juga menuntur penutupan PT.Freeport, LNG Tangguh dan pengembangan blok Wabu. (yyan)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad