Camat Gunung Anyar Tidak Ingin Sebut Gedung Isoman, Namun Siap Membuat Fasilitas yang Nyaman Untuk Warga - Kabar Surabaya

Breaking

Sunday, July 25, 2021

Camat Gunung Anyar Tidak Ingin Sebut Gedung Isoman, Namun Siap Membuat Fasilitas yang Nyaman Untuk Warga

Camat Gunung Anyar Tidak Ingin Membuat Sebut Gedung Isoman, Namun Siap Membuat Fasilitas Yang Nyaman Untuk Warga


Kabar Surabaya - Hingga saat ini Kota Surabaya masih termasuk menjadi penyumbang terbesar penambahan pasien Covid-19 di Provinsi Jawa Timur. Oleh karena itu Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berupaya melakukan langkah-langkah strategis dalam menanggulangi Pandemi Virus Covid-19 ini. Hal ini mutlak dilakukan agar bisa memutus mata rantai penyebaran Virus Covid-19 di Kota Pahlawan.

 


Salah satu langkah krusial paling strategis yang telah di lakukan adalah pembangunan dua rumah sakit darurat yang berada di Lapangan Tembak Kenjeran dan Stadion Indoor Gelora Bung Tomo (GBT). Selain dikedua lokasi tersebut, Walikota Eri juga menginstruksikan pada setiap Lurah untuk membangun fasilitas Isolasi mandiri disetiap Kelurahan.

 

Instruksi ini juga dilaksanakan oleh Kecamatan Gunung Anyar Surabaya. Maria Agustin selaku Camat Gunung Anyar langsung bergerak untuk melakukan survey lokasi untuk penempatan fasiitas Isolasi Mandiri tersebut. 


Survey lokasi ini berujung kepada Gedung SMPN 62 Kota Surabaya yang terletak di jalan Gunung Anyar Sawah, tepat berada di depan Politeknik Pelayaran. Gedung sekolah ini adalah gedung baru yang hanya digunakan selama beberapa bulan saja oleh pihak sekolah. Namun karena penyebaran Virus Covid-19 semakin meninggi, maka pelajaran kembali dilakukan secara daring di rumah masng-masing.

 

Rencananya, akan ada 10 kelas yang akan difungsikan sebagai fasilitas Isolasj Mandiri. Setiap kelasnya akan diisi oleh 6 bed.  Sehingga ada kurang lebih 60 warga yang bisa ditampung di sini. Setiap bed akan dilengkapi dengan meja dan kursi. Ruangan kelas ini nantinya akan dilengkapi dengan kipas angin dan Camat Maria masih berusaha untuk mengajukan Televisi untuk setiap kelasnya. 

 

"Kita masih usahakan TV untu dipasang disetiap ruangan. Nantinya TV akan kita putar film yang lucu-lucu agar bisa membuat warga senang dan bisa meningkatkan imun. Selain itu, nantinya pagar pembatas seng yang ada di lapangan basket, akan kita pasang poster yang isinya berupa quote-quote yang harapannya bisa membuat warga yang isoman disini menjadi semangat untuk sembuh," terang Camat Maria.

 

Meskipun fasilitas ini merupakan fasilitas Isolasi Mandiri, namun Camat Maria tidak ingin menyebutnya demikian. Orang nomor satu di Gunung Anyar ini lebih senang menyebut fasilitas yang disiapkan in adalah Rumah Sehat atau Griya Sehat. Hal ini agar masyarakat tidak merasa di"kurung" fasilitas Isoman ini.

 

Saat ini dilapangan masih terlihat banyak pekerja yang sedang menyiapkan tempat Isolasi Mandiri tersebut. Mulai dari penataan bed dan pemasangan kipas angin serta fasilitas penunjang lainnya. Rencananya Rumah Sehat di SMPN 62 ini akan digunakan bagi warga yang terpapar oleh Virus Covid-19 tanpa gejala (OTG).

 


Meskipun demikian, Rumah Sehat ini juga akan menyiapkan segala sesuatunya, termasuk tabung oksigen apabila memang dibutuhkan. Fasilitas ini nantinya akan menjadi rujukan bagi warga se-Kecamatan Gunung Anyar yang membutuhkan pertolongan.

 

Prawoto, selaku wakil Ketua RW 04 memaparkan, bahwa warga di Gunung Anyar ini sangat menyambut baik adanya Rumah Sehat di SMPN 62 ini. Menurutnya warga juga tidak ada yang menolak, karena fasilitas ini memang sangat dibutuhkan, mengingat saat ini banyak warga yang tidak tertampung di Rumah Sakit, karena kondisinya memang penuh.


Dalam kesempatan ini Camat Maria juga mengungkapkan bahwa meskipun fasilitas ini akan segera jadi, namun beliau sangat berharap fasilitas ini tidak akan pernah digunakan. 


" Tentunya saya sangat berharap kalau warga Kecamatan Gunung Anyar ini bisa tetap sehat dan bugar. Sehingga fasilitas ini tidak akan pernah terpakai," ujarnya. (yyan)


No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad