Di Terjang Hujan Badai, Kota Surabaya Langsung Tergenang Air, Hingga Ada yang Sampai Selutut - Kabar Surabaya

Breaking

Friday, December 4, 2020

Di Terjang Hujan Badai, Kota Surabaya Langsung Tergenang Air, Hingga Ada yang Sampai Selutut


Di Terjang Hujan Badai, Kota Surabaya Langsung Tergenang Air, Hingga Ada yang Sampai Selutut


Kabar Surabaya - Sesuai dengan prediksi dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bahwasannya puncak dari musim penghujan akan terjadi pada Bulan Desember 2020 hingga Bulan Januari 2021 mendatang. Bahkan musim penghujan kali ini akan lebih hebat lagi karena disertai dengan fenomena La Nina. Efek dari La Nina ini bisa  menimbulkan bencana angin puting beliung, Badai, gelombang Tinggi bahkan Banjir.

 

Hal ini seperti yang terjadi pada Kota Surabaya pada Hari Jum'at (04/12/2020) kemarin. Sejak pukul 15.00wib beberapa kawasan di Kota Pahlawan ini diterjang hujan deras dengan intensitas yang cukup tinggi. Hujan ini juga disertai dengan angin yang berhembus sangat kencang. Kecepatannya berkisar antara 5 km/jam  hingga 30 km/jam. 

 


Beberapa kawasan yang mengalami hujan lebat ini adalah Surabaya bagian barat hingaa dan Surabaya Utara. Sedangkan untuk Surabaya Timur dan Surabaya Selatan, intensitas curah hujannya terbilang dalam skala sedang. Hujan deras ini rupanya juga menimbulkan genangan air yang cukup tinggi dibeberapa kawasan. Genangan ini bahkan ada yang mencapai selutut orang dewasa. Selain menimbulkan genangan, angin kencang yang terjadi ini  sempat menerbangkan kanopi rumah. Kasus Kanopi rumah yang lepas ini , terjadi diJalan Tanah Merah dan Jalan Dukuh Setro Utara 2a, Gading, Kecamatan Tambaksari.

 

Beberapa kawasan yang dilaporkan terdapat genangan akibat hujan deras ini, antara lain Bratang,Margomulyo Indah, Simomulyo Baru, Tengger Kandangan, Gembong Sekolahan, Bulak Setro, Tambak Pring, dan Dukuh Kupang. Akibat genangan air ini beberapa lokasi juga dikabarkan mengalami kemacetan Apalagi hujan ini terjadi pada waktu para pekerja pulang dari kantornya masing-masing. 

 

Irvan Widyanto, selaku Kepala BPB Linmas Kota Surabaya menjelaskan bahwa hujan deras kali ini memang mengakibatkan genang air. Namun air tersebut langsung surut saat hujan mulai mereda. Sehingga tidak mengakibatkan banjir dalam waktu yang lama.

 

Untuk mengatasi genangan yang terjadi ini, Irvan mengaku telah menerjunkan 200 personel. Personel tersebut terdiri dari Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas PU, dan DKRTH. Mereka langsung disebar ke lokasi dimana terjadi genangan yang berpotensi menimbulkan banjir. Dalam kesempatan ini Irvan menghimbau agar masyarakat bisa membantu petugas yang ada, minimal dengan membuang sampah pada tempatnya. Karena selama ini masih sering ditemui saluran yang dalamnya penuh dengan sampah, terutama sampah plasti bekas botol minum. (yyan)  


No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad