Warga Surabaya Keluhkan Air PDAM Berbau, Keruh dan Berbusa
Kabar Surabaya - Sejumlah warga di beberapa wilayah Kota Surabaya mengeluhkan kondisi air dari jaringan PDAM yang berubah menjadi keruh, berbau, dan berbusa.
Keluhan tersebut disampaikan warga pada Minggu (6/9/2026). Kondisi air yang tidak seperti biasanya dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, di antaranya Gunung Sari, Kedurus, Petemon, Simo, Babatan Indah, Jambangan hingga Gayungsari.
Perubahan kondisi air tersebut membuat sebagian warga khawatir menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari, terutama untuk mandi, mencuci, dan aktivitas rumah tangga lainnya.
Salah seorang warga Petemon, Fariz (32), mengatakan air yang mengalir dari keran rumahnya mulai mengalami perubahan sejak Sabtu (5/9/2026) malam.
Menurut Fariz, air yang biasanya digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga tiba-tiba mengeluarkan busa dan memiliki bau seperti bahan kimia. Warna air juga terlihat keruh.
"Air PDAM berbusa, keruh dan bau kimia di Petemon. Tanya tetangga juga gitu, tahunya baru tadi pagi," ujar Fariz.
Kondisi tersebut membuat Fariz ragu untuk menggunakan air, terutama karena di rumahnya terdapat anak kecil.
Ia khawatir air dengan kondisi tersebut dapat menimbulkan gangguan pada kulit atau masalah lainnya apabila digunakan secara langsung.
"Karena kan saya juga punya anak kecil, takutnya iritasi di kulit atau kayak gimana," tuturnya.
Air Berubah Kuning dan Dipenuhi Busa
Naufal awalnya mengira kondisi tersebut hanya terjadi sementara. Ia kemudian membuang air yang pertama keluar dan mencoba kembali mengisi air dari keran.
Namun, kondisi air justru semakin terlihat tidak normal.
"Awalnya cuma sedikit busanya, terus airnya saya buang, saya isi air lagi. Tapi ternyata makin banyak dan airnya warna kuning keruh, bau enggak enak begitu," kata Naufal.
Untuk mengurangi kondisi tersebut, Naufal kemudian mencoba memasang penyaring tambahan pada keran air di rumahnya.
Ia menggunakan kain sebagai filter pada keran bak mandi. Namun, upaya tersebut belum memberikan hasil yang signifikan.
"Akhirnya saya pasang kain filter begitu di keran bak mandi saya, tapi ya tetap enggak begitu pengaruh," imbuhnya.
/div>
Kondisi serupa juga ditemukan Hinayah (30), warga Kenjeran. Ia mengatakan perubahan kualitas air tidak hanya terlihat di rumahnya.
Saat pergi ke pasar pada Minggu pagi, Hinayah juga mendapati air dalam kondisi keruh, berbusa, dan mengeluarkan bau yang cukup menyengat.
"Pagi tadi sewaktu saya ke pasar juga kaget, kok busanya sebanyak ini. Bau menyengat banget, biasanya enggak kayak gini," kata Hinayah.
Hinayah mengaku telah melaporkan kondisi tersebut kepada layanan PDAM sejak Sabtu malam. Namun, hingga Minggu pagi, ia belum melihat adanya perubahan pada kondisi air.
Menurutnya, kondisi air tersebut cukup mengganggu aktivitas warga karena air PDAM merupakan salah satu sumber utama yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Masyarakat tetap harus menggunakan air untuk mandi maupun mencuci pakaian, meski kualitas air sedang mengalami perubahan.
"Ya mau pakai air apa lagi, tetap pakai air itu, hanya mungkin di-filter lagi sebelum dipakai mandi atau cuci baju," jelasnya.
PDAM Surya Sembada Lakukan Pengecekan
Menanggapi keluhan warga tersebut, PDAM Surya Sembada mengaku telah menerima informasi mengenai perubahan kondisi air di sejumlah wilayah Surabaya.
Pihak PDAM menyatakan telah menerjunkan tim untuk melakukan pengecekan di lapangan guna mengetahui penyebab air menjadi keruh, berbusa, dan berbau.
"Saat ini sedang dilakukan pengecekan," kata Widya, Humas PDAM Surya Sembada, saat dikonfirmasi.
Pengecekan tersebut dilakukan menyusul laporan warga dari sejumlah kawasan yang mengalami kondisi air tidak seperti biasanya.
Hingga laporan awal mengenai keluhan tersebut, penyebab pasti perubahan kondisi air masih dalam proses pemeriksaan oleh pihak PDAM Surya Sembada.

No comments:
Post a Comment