Detik-Detik Mencekam KM Virgo 8 Terbalik, Korban: Kami Menunggu Diselamatkan
Kabar Surabaya – Sejumlah korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 mengungkap pengalaman mencekam saat kapal yang mereka tumpangi dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin terbalik dan tenggelam di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).
Salah satu korban, Hilarius, mengaku kecewa terhadap respons kru kapal saat kondisi darurat terjadi. Menurutnya, tidak ada peringatan yang disampaikan kepada penumpang sebelum kapal mulai dalam posisi miring.
Hilarius mengatakan, sebagian penumpang justru terbangun setelah mendapat peringatan dari sesama penumpang. Ketika itu, kondisi kapal disebut sudah miring.
Ia juga mengungkapkan bahwa penumpang tidak mendapatkan pelampung dari kru kapal.
Menurut Hilarius, dalam situasi tersebut penumpang melihat dua orang kru menyelamatkan diri menggunakan sekoci. Salah satunya disebut diduga merupakan markonis atau petugas yang bertugas menangani komunikasi radio kapal.
KM Virgo Transport 8 diketahui mengangkut 243 orang, terdiri dari 213 penumpang dan 30 anak buah kapal (ABK).
Hingga Selasa (15/9/2026), sekitar 114 orang telah berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut, enam orang dilaporkan meninggal dunia.
Para korban selamat kemudian dievakuasi dan dibawa ke Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Bertahan 10 Jam di Tengah Laut
Salah satu korban selamat lainnya adalah Raihan (19). Tangis pemuda asal Garut, Jawa Barat, itu pecah ketika tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Selasa (15/9).
Namun, perjuangannya untuk bertahan hidup tidak berlangsung singkat. Setelah kapal terbalik, Raihan harus terombang-ambing di tengah laut selama sekitar 10 jam sebelum akhirnya ditemukan dan dievakuasi oleh awak kapal MV Haida.
Selama berada di laut lepas, Raihan hanya mengandalkan sebuah tabung gas sebagai pegangan agar tetap bertahan di permukaan air.
Raihan merupakan salah satu ABK KM Virgo Transport 8. Dalam kesehariannya, ia bekerja sebagai petugas cleaning service di kapal tersebut.
/div>
Raihan mengaku hanya bisa berharap ada kapal yang melintas dan menemukan dirinya.
“Selama di laut saya berpegangan dengan tabung gas sambil menunggu adanya kapal yang menyelamatkan saya,” ujar Raihan kepada wartawan di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
Sepuluh jam bertahan di tengah laut membuat Raihan berada dalam kondisi penuh ketidakpastian. Ia mengaku hanya bisa pasrah dan terus berdoa.
Bahkan, dalam situasi tersebut, Raihan sempat berpikir bahwa perjuangannya bertahan di tengah laut bisa saja menjadi akhir dari hidupnya.
Namun, harapan itu akhirnya terwujud. Setelah bertahan selama sekitar 10 jam, Raihan berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh awak MV Haida.
Ia pun akhirnya tiba di Pelabuhan Trisakti bersama para korban selamat lainnya.

No comments:
Post a Comment