Opera Kolosal “Merah Putih Bertanya” Hadir di Jalan Tunjungan, Libatkan 750 Pemain
Kabar Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menghadirkan pertunjukan sejarah di ruang publik. Opera Kolosal “Merah Putih Bertanya” akan digelar di Jalan Tunjungan, tepat di depan Hotel Majapahit Surabaya, Sabtu (26/9/2026).
Pertunjukan yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut melibatkan sekitar 750 pemain dari berbagai kalangan. Mereka terdiri atas pelajar, mahasiswa, seniman, komunitas, Karang Taruna, Cak dan Ning Surabaya, Paskibraka, hingga musisi.
Opera kolosal ini mengangkat kembali salah satu peristiwa penting dalam sejarah perjuangan Surabaya, yakni Peristiwa Perobekan Bendera pada 19 September 1945 di Hotel Yamato, yang kini dikenal sebagai Hotel Majapahit.
Berbeda dari pertunjukan sebelumnya, tahun ini Pemkot Surabaya mengemas opera dengan konsep human statue atau living monument. Para pemain tidak hanya berperan sebagai aktor, tetapi juga menjadi bagian dari ruang publik sehingga suasana sejarah diharapkan terasa lebih dekat dengan masyarakat.
“Melalui pertunjukan ini, kami ingin masyarakat tidak hanya melihat kembali peristiwa sejarah, tetapi juga merasakan semangat perjuangan Arek-Arek Suroboyo,” ujar Herry, Kamis (24/9/2026).
Pertunjukan juga akan melibatkan sejumlah tokoh penting di Kota Surabaya. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi akan memerankan sosok Residen Sudirman dalam adegan perundingan dengan Mr. Ploegman di Hotel Yamato terkait berkibarnya bendera Belanda.
/div>
Kabid Kebudayaan Disbudporapar Kota Surabaya, Ridzotullahmad Nurchakim, mengatakan pertunjukan tersebut akan membawa penonton mengikuti rangkaian suasana Surabaya menjelang terjadinya Peristiwa Perobekan Bendera.
Alur kemudian akan mencapai puncaknya ketika para pejuang menaiki Hotel Yamato, menurunkan bendera Belanda, merobek bagian berwarna biru, kemudian mengibarkan kembali bendera Merah Putih.
“Dahulu para pejuang bertanya bagaimana mempertahankan kemerdekaan. Sekarang pertanyaannya, apa yang kita lakukan untuk mengisi kemerdekaan,” kata Edo, sapaan akrab Ridzotullahmad.
Pesan tersebut menjadi inti dari tema “Merah Putih Bertanya”. Pemkot Surabaya ingin pertunjukan ini tidak berhenti sebagai tontonan sejarah, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi masyarakat.
Semangat perjuangan yang diwariskan para pahlawan diharapkan dapat diteruskan dalam kehidupan masa kini melalui karya, kebersamaan, kreativitas, dan kontribusi positif bagi masyarakat.
Pemkot Surabaya pun mengajak warga Surabaya dan daerah sekitarnya untuk datang langsung menyaksikan pertunjukan tersebut bersama keluarga maupun teman.
“Kami berharap keterlibatan ratusan pemain dari berbagai latar belakang dapat menghadirkan pertunjukan yang memadukan nilai sejarah, keindahan seni, dan kebersamaan masyarakat,” pungkasnya.

No comments:
Post a Comment