Viral Kucing Berkostum di Jalan Tunjungan Surabaya, Pemilik Bantah Pakai Obat Tidur - Kabar Surabaya

Terbaru

Tuesday, September 22, 2026

Viral Kucing Berkostum di Jalan Tunjungan Surabaya, Pemilik Bantah Pakai Obat Tidur

Viral Kucing Berkostum di Jalan Tunjungan Surabaya, Pemilik Bantah Pakai Obat Tidur


Kabar Surabaya – Kucing berkostum yang melakukan aktivitas open donasi di Jalan Tunjungan Surabaya menjadi sorotan di media sosial. Sejumlah kucing yang berada di kawasan tersebut disebut terlihat pasif, lemas, dan tidur bersamaan meski berada di tengah keramaian.


Perbincangan mengenai kucing berkostum di Jalan Tunjungan Surabaya bermula dari unggahan pengguna Threads @ekarahmafh. Ia membagikan pengalamannya saat melihat langsung beberapa kucing yang berada di kawasan wisata tersebut.


Eka mengaku melihat kucing-kucing itu pada 8 Mei 2026 sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, Jalan Tunjungan sedang ramai oleh aktivitas pengunjung.


Ia menyebut melihat lima kucing dewasa dan seekor kitten berada di lokasi.



Menurut pengamatannya, kucing-kucing tersebut memang masih bangun ketika ada pengunjung yang mengajak berfoto. Namun, perilakunya terlihat pasif dan seperti malas bergerak.

“Waktu itu aku ke sana 8 Mei sekitar jam 20.00 WIB malam. Kondisi saat itu ramai karena mungkin banyak yang belum aware dan banyak yang ngajakin kucing-kucing itu untuk foto,” ujar Eka.


Kucing Tidur Bersamaan di Tengah Keramaian

Eka mengatakan, setelah bangun ketika diajak berfoto, kucing-kucing tersebut tidak lama kemudian kembali tidur.


Hal yang membuatnya khawatir adalah beberapa kucing terlihat tidur hampir bersamaan, meski suasana di sekitar Jalan Tunjungan cukup ramai.

“Pada saat ada yang ajak foto, kucing memang bangun tapi seperti bermalas-malasan dan tidak aktif. Dan tidak lama mereka seperti terlihat mengantuk,” katanya.


Menurut Eka, kondisi tersebut terlihat tidak biasa karena kucing berada di area publik dan pinggir jalan yang ramai.

“Karena posisi juga di pinggir jalan raya jadi seperti tidak lazim kalau kucing-kucing yang di situ semuanya berperilaku sama. Bahkan bisa tidur dengan tenang seperti itu,” imbuhnya.


Tak hanya kucing dewasa, Eka juga melihat seekor kitten berwarna oranye yang berada di dalam sebuah toples.


Ia mengaku sempat menyentuh kitten tersebut, tetapi hewan itu tidak langsung merespons.

“Aku coba pegang tapi kitten itu tidak bangun sama sekali bahkan badannya cenderung lemas tapi tertidur,” ungkapnya.


/div>

“Kami sebenarnya nggak tahu juga kebenaran mengenai kucing-kucing itu apakah benar owner-nya melakukan hal yang diasumsikan oleh orang-orang atau tidak,” jelasnya.


Kucing Berkostum Disebut Buka Donasi

Selain kondisi kucing, aktivitas open donasi di lokasi juga menjadi perhatian.

Eka mengaku melihat pengunjung dapat memberikan donasi Rp5.000 untuk mendapatkan snack yang kemudian diberikan kepada kucing.


Sementara itu, untuk memegang atau berfoto dengan kucing, pengunjung disebut dapat memberikan donasi secara sukarela.

“Kalau untuk donasi yang aku lihat Rp5 ribu untuk kasih makan kucing. Lalu untuk pegang atau foto seikhlasnya,” ujarnya.


Snack yang diberikan kepada kucing, menurut Eka, berupa makanan kering dan creamy treats.


Namun, ia mengaku tidak memiliki dugaan mengenai penggunaan uang donasi untuk kepentingan pribadi pemilik.

“Yng aku soroti tingkah laku kucing yang cenderung pasif dan tidur di saat yang bersamaan,” pungkasnya.


Pemilik Bantah Kucing Diberi Obat Tidur

Viralnya kondisi kucing-kucing tersebut kemudian memunculkan berbagai dugaan di media sosial. Salah satunya adalah anggapan bahwa kucing sengaja diberi obat tidur atau obat penenang agar tetap tenang saat berada di Jalan Tunjungan.


Pemilik kucing melalui akun @bosbibi__ membantah dugaan tersebut.

Menurut pemilik, kucing-kucing yang terlihat tidur bersama memang sedang memasuki waktu istirahat. Ia juga mengatakan kucing-kucing tersebut sudah terbiasa berada di Jalan Tunjungan sejak kecil.

“Halo kak @ekarahmafh makasih udah khawatir sama anak-anak. Aku bapaknya Bibi dkk yang di foto itu. Yang tidur bareng itu emang jam off mereka kak jam 8-an, kalau jam aktif mereka malah resek lompat sana sini,” tulisnya.


Ia menegaskan kondisi tersebut bukan karena kucing diberikan obat tidur.

“Bukan obat tidur kak, mereka emang udah terbiasa di Tunjungan dari kecil jadi ngerasa aman makanya bisa tidur pules bareng,” lanjutnya.


Pemilik juga mempersilakan masyarakat yang masih penasaran untuk melihat langsung perilaku kucing-kucing tersebut ketika sedang aktif.


Cat Lovers: Jangan Langsung Simpulkan Kucing Diberi Obat

Di tengah polemik tersebut, cat lovers dari My Cats Malang, Fita, meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa kucing-kucing tersebut diberi obat tidur atau obat penenang.


Menurut Fita, dugaan tersebut hanya bisa dipastikan melalui pemeriksaan langsung oleh dokter hewan.

“Kita juga tidak boleh langsung menyimpulkan bahwa kucing-kucing tersebut diberi obat tidur atau obat penenang. Untuk memastikan hal tersebut, tentunya dibutuhkan pemeriksaan langsung oleh dokter hewan,” kata Fita.


Fita menjelaskan, kucing memang termasuk hewan yang dapat tidur cukup lama. Namun, perilaku pasif atau terlihat lemas di tengah lingkungan ramai juga tidak bisa langsung dikaitkan dengan penyebab tertentu.


Ada sejumlah kemungkinan yang dapat memengaruhi kondisi kucing, seperti kelelahan, stres, kondisi kesehatan, lingkungan, hingga kemungkinan adanya paparan zat atau obat tertentu.


Karena itu, pemeriksaan dokter hewan diperlukan untuk mengetahui kondisi kucing secara lebih objektif.

“Yang paling penting bagi saya bukan sekadar mencari siapa yang salah, tetapi memastikan kondisi dan kesejahteraan kucing-kucing tersebut,” ujarnya.


Kesejahteraan Kucing Jadi Perhatian

Fita juga menyoroti aktivitas membawa hewan ke ruang publik, terutama apabila hewan tersebut berinteraksi langsung dengan pengunjung atau menjadi bagian dari aktivitas donasi.


Menurutnya, pemilik atau pengelola tetap mempunyai tanggung jawab memastikan hewan dalam kondisi aman dan tidak mengalami stres, kelelahan, sakit, maupun perlakuan yang dapat membahayakan kesehatan.

“Bagi saya kucing bukan sekadar objek hiburan atau objek foto. Mereka adalah makhluk hidup yang memiliki kebutuhan untuk beristirahat, merasa aman, bebas dari rasa sakit dan ketidaknyamanan, serta mendapatkan perlakuan yang layak,” tuturnya.


Ia berharap viralnya kucing berkostum open donasi di Jalan Tunjungan Surabaya tidak hanya berakhir sebagai perdebatan di media sosial.


Pemeriksaan langsung terhadap kondisi kucing dinilai penting untuk memastikan apakah hewan-hewan tersebut dalam keadaan sehat atau membutuhkan penanganan.

“Justru viralnya kasus ini bisa menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap animal welfare dan memastikan kondisi kucing-kucing tersebut benar-benar baik,” pungkasnya.


No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad