Delapan Titik Penyekatan Terbatas Surabaya di Malam Pergantian Tahun - Kabar Surabaya

Terbaru

Tuesday, December 30, 2025

Delapan Titik Penyekatan Terbatas Surabaya di Malam Pergantian Tahun

Delapan Titik Penyekatan Terbatas Surabaya di Malam Pergantian Tahun


Kabar Surabaya - Pemberlakuan delapan titik penyekatan keluar-masuk kendaraan oleh Polrestabes Surabaya pada malam pergantian tahun baru, Rabu (31/12/2025), menjadi bagian dari strategi pengendalian risiko keamanan di tengah tingginya mobilitas masyarakat. Kebijakan ini menegaskan pendekatan preventif aparat dalam merespons potensi gangguan ketertiban yang kerap muncul saat puncak perayaan.


Surabaya secara konsisten menjadi magnet perayaan tahun baru bagi warga dari wilayah sekitar. Lonjakan arus kendaraan dan massa berkelompok pada jam-jam tertentu dinilai berpotensi memicu gangguan keamanan, mulai dari konvoi liar, gesekan antarkelompok, hingga kepadatan di titik-titik vital kota.


Kabag Ops Polrestabes Surabaya AKBP Wibowo menjelaskan, penyekatan yang dilakukan bersifat terbatas dan berbasis prioritas. Artinya, kebijakan ini tidak ditujukan untuk menutup kota, melainkan menyaring pergerakan yang berisiko mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban umum.


Pendekatan tersebut menunjukkan pergeseran pola pengamanan dari reaktif menjadi preventif. Dengan menggandeng TNI dan Pemerintah Kota Surabaya, aparat berupaya memastikan deteksi dini terhadap potensi gangguan sebelum berkembang menjadi insiden besar.


Dari sisi lokasi, penempatan penyekatan di delapan titik perbatasan kota mencerminkan pemetaan risiko berbasis jalur masuk utama. Titik-titik seperti Bundaran Cito, Karangpilang, Romokalisari, hingga MERR Gunung Anyar merupakan koridor strategis yang selama ini menjadi akses utama pergerakan massa dari luar kota.


/div>

Selain penyekatan, pengamanan juga difokuskan pada objek vital dan pusat keramaian, seperti kawasan Kota Lama dan sekitar Gedung Negara Grahadi. Konsentrasi massa di lokasi-lokasi ini dinilai memiliki potensi risiko berlapis, baik dari aspek keselamatan publik maupun keamanan aset negara.


Penentuan waktu penyekatan mulai pukul 21.00 hingga 24.00 WIB didasarkan pada evaluasi tahun-tahun sebelumnya, di mana puncak kedatangan kelompok besar kerap terjadi menjelang tengah malam. Penyiagaan personel lebih awal menjadi langkah krusial untuk memotong potensi konvoi dan pergerakan massa yang sulit dikendalikan.


Keterlibatan sekitar 1.300 personel gabungan—terdiri dari Polri, TNI, Dishub, dan Satpol PP—menunjukkan pendekatan pengamanan terpadu. Sinergi lintas instansi ini dinilai penting untuk memastikan pengaturan lalu lintas, penegakan aturan, serta respons cepat apabila terjadi eskalasi situasi di lapangan.


Secara keseluruhan, skema pengamanan ini menggambarkan upaya menjaga keseimbangan antara hak masyarakat merayakan pergantian tahun dan kewajiban negara memastikan rasa aman. Efektivitas penyekatan terbatas tersebut akan sangat bergantung pada kedisiplinan petugas di lapangan, komunikasi publik yang jelas, serta respons cepat terhadap dinamika situasi malam tahun baru.


No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad