Puting Beliung Hantam Terminal Kalimas, Dua Gudang Gula Rusak Parah
Kabar Surabaya - Cuaca ekstrem yang melanda kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, memicu kerusakan serius di Terminal Kalimas. Puting beliung yang terjadi pada Rabu dinihari (11/2/2026) menghantam Gudang 611 dan Gudang 612 di Pos 4, menyebabkan atap serta pelindung dinding porak-poranda. Sejumlah gula yang tersimpan di dalam Gudang 612 dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat terpaan angin dan air hujan.
Angin kencang sebenarnya telah melanda kawasan pelabuhan sejak Senin malam. Namun intensitasnya meningkat drastis pada Rabu dinihari hingga berubah menjadi pusaran angin yang menyapu area Kalimas. Dua gudang terpanjang di kawasan tersebut menjadi sasaran utama, bersama sejumlah fasilitas umum lain yang ikut terdampak. Kerugian materi ditaksir cukup besar.
Sejumlah saksi mata menyebut, angin kencang yang terjadi beberapa hari terakhir sudah mengganggu aktivitas bongkar muat. Pekerjaan di dermaga tak berjalan normal, bahkan sebagian buruh memilih menghentikan aktivitas demi keselamatan.
“Anginnya sangat kencang, saya hentikan dulu kontrol kapal,” ujar Alam Basrin, Sekuriti Organisasi DPC Pelayaran Rakyat (Pelra) Kota Surabaya, Selasa malam.
/div>
Manajer Cabang Kalimas Subholding Pelindo Multi Terminal, Ana Adiliya, memastikan pihaknya bergerak cepat melakukan evakuasi di titik-titik terdampak. Langkah tersebut dilakukan agar operasional pelabuhan tetap berjalan dan tidak menimbulkan gangguan berkepanjangan.
“Kami telah berkoordinasi dengan pemilik barang yang terdampak untuk memastikan proses pengiriman tetap berjalan. Saat ini aktivitas bongkar muat dan layanan operasional di Kalimas tetap lancar,” jelas Ana. Ia juga menambahkan bahwa saat kejadian, Gudang 611 dalam kondisi kosong.
Secara terpisah, Head of Subregional 3 Pelindo Tanjung Perak, Purwanto Wahyu Widodo, mengatakan tim terus melakukan pembersihan area terdampak serta perbaikan fasilitas, termasuk jaringan listrik dan sistem pendukung operasional lainnya.
“Kami memastikan penanganan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi dengan mengutamakan keselamatan. Dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa,” tegas Purwanto.
Meski tak menimbulkan korban, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem yang melanda wilayah pesisir perlu diwaspadai, terutama bagi aktivitas logistik dan pelayaran di kawasan pelabuhan.

No comments:
Post a Comment