Dikira Biawak, Ternyata Ular Sanca Raksasa Muncul di Permukiman Warga Surabaya - Kabar Surabaya

Terbaru

Saturday, February 7, 2026

Dikira Biawak, Ternyata Ular Sanca Raksasa Muncul di Permukiman Warga Surabaya


Dikira Biawak, Ternyata Ular Sanca Raksasa Muncul di Permukiman Warga Surabaya



Kabar Surabaya -  Musim hujan yang terus mengguyur Kota Surabaya dalam beberapa pekan terakhir berdampak pada meningkatnya genangan air di berbagai wilayah permukiman. Saluran air dan selokan yang meluap akibat curah hujan tinggi menjadi salah satu faktor munculnya hewan liar ke lingkungan warga, termasuk ular.



Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat malam sekitar pukul 20.00 WIB di Jalan Tambak Segaran Gang VII, RT 07 RW 03, Kelurahan Tambak Rejo, Kecamatan Simokerto, Surabaya. Warga setempat dikejutkan dengan ditemukannya seekor ular sanca berukuran besar dengan panjang sekitar 5 meter yang bersembunyi di dalam selokan.


Kejadian bermula ketika sejumlah anak-anak sedang bermain di sekitar selokan yang tergenang air. Tiba-tiba mereka mendengar suara seperti binatang yang bergerak cepat. Awalnya suara tersebut dikira berasal dari nyambik (biawak). Rasa penasaran membuat anak-anak mengikuti arah suara tersebut, hingga akhirnya mereka menyadari bahwa yang muncul bukanlah biawak, melainkan seekor ular besar.


Sontak anak-anak tersebut berlari ketakutan dan segera memanggil warga sekitar untuk memastikan apa yang mereka lihat. Warga yang datang ke lokasi pun terkejut saat melihat bagian ekor ular yang terlihat dari dalam selokan. Menyadari potensi bahaya, warga kemudian berinisiatif melakukan evakuasi secara gotong royong.


Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena ukuran ular yang besar serta kondisi selokan yang licin dan tergenang air. Dengan peralatan seadanya, warga saling tarik-menarik hingga akhirnya ular sanca tersebut berhasil dikeluarkan dan diamankan.


Tak lama kemudian, petugas Pemadam Kebakaran wilayah Simokerto tiba di lokasi setelah menerima laporan dari warga. Ular sanca tersebut selanjutnya dibawa oleh petugas untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur keselamatan.


/div>

Salah satu tokoh masyarakat setempat yang enggan disebutkan namanya mengingatkan bahwa kejadian ini harus menjadi perhatian bersama, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem.

“Musim hujan seperti ini rawan binatang liar keluar dari habitatnya untuk mencari makan atau tempat yang lebih kering. Apalagi di lingkungan yang sering tergenang air, warga harus ekstra waspada,” ujarnya.


Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan kebersihan lingkungan, terutama saluran air dan selokan, serta mengawasi aktivitas anak-anak agar tidak bermain di area berisiko.

“Pastikan selokan tertutup, jangan biarkan anak-anak bermain di genangan air, dan segera laporkan ke pihak berwenang jika menemukan hewan liar. Jangan mencoba menangani sendiri jika kondisinya membahayakan,” tambahnya.


Melalui kejadian ini, masyarakat diharapkan semakin meningkatkan kewaspadaan, menjaga kebersihan lingkungan, serta memperkuat kerja sama antarwarga dalam menghadapi potensi bahaya selama musim hujan. Dengan kepedulian dan kesiapsiagaan bersama, diharapkan Kota Surabaya tetap aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warganya meskipun cuaca masih belum menentu. (Cak Kiem)



No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad