Mengenal Rumah Susun Tertua Begaya Kolonial Di Kota Surabaya - Kabar Surabaya

Breaking

Thursday, March 11, 2021

Mengenal Rumah Susun Tertua Begaya Kolonial Di Kota Surabaya

Mengenal Rumah Susun Tertua Begaya Kolonial Di Kota Surabaya


Kabar Surabaya - Kebutuhan akan sebuah Rumah merupakan hal yang wajib bagi setiap orang. karena rumah merupakan tempat untuk beristirahat dan tempat bernaung bagi keluarga. Namun tidak semua orang mampu untuk membeli sebuh rumah, mengingat harganya yang semakin mahal dan mengalami kenaikan setiap tahunnya. 

 

Untuk mengatasi hal ini, maka Pemerintah daerah biasanya membangun hunian berupa rumah susun. Rumah susun ini, saat ini merupkan solusi bagi masyarakat yang tidak mampu untuk membeli rumah. Jadi, mereka bisa menempati rumah susun tersebut dengan cara menyewa kepada pemerintah daerah dengan harga yang sangat terjangkau, bahkan bisa dibilang murah.

 


Hal ini seperti di Kota Surabaya, Pemkot membangun beberapa rumah susun bagi warganya yang tidak mampu untuk membeli sebuah rumah. Melihat dari sejarahnya, Rumah Susun Pertama dan Tertua di Kota Surabaya ini pernah dibangun pada tahun 1950-an. Rumah susun ini berada diJalan Irian Barat tepat di sisi sungai Kalimas.

 

Rumah Susun ini terdiri dari empat lantai dengan desain yang cukup apik. Desainnya bisa dibilang sangat modern dan unik. Pada bagian tengah terdapat tangga yang tertutup oleh dinding kaca. Selain tangga di tengah, rumah susun ini juga memiliki tangga besi dibgian samping. Tangga di samping ini mengingatkan akan rumah susun yang ada di film-film Holywood, dimana biasanya para penjahat kabur melewati tangga tersebut bila dikejar oleh polisi.

 

Pada bagian lantai dasar, terdapat ruangan yang sepertinya digunakan sebagai tempat menerima tamu. Ruangan ini terpisah dari bangunan utama namun masih terkoneksi dengan lantai dasar. Jadi sepertinya perancang rumah ini memisahkan tamu agar tidak bisa seenaknya naik ke kamar rumah susun. Kok  mirip kost-an mahasiswi ya..hehe

 

Meski hingga kini bangunan rumah susun ini masih tampak kokoh, namun tiadanya perawatan membuatnya terlihat kumuh dan menyeramkan. Pagarnya sudah tampak berkarat dan sudah tidak bisa dibuka - tutup lagi. Tampak tanaman rambat tumbuh menutupi pagar tersebut.

 

Sedangkan cat pada dinding  berwarna putih yang melapisinya sudah tampak banyak yang terkelupas. Sama halnya dengan dinding kaca yang banyak yang pecah. Pada ruangan dibawah terdapat tulisan dengan menggunakan ejaan lama : Perumahan Dinas PT.DOK Surabaja.

 

Memang, pada awalnya rumah susun ini diperuntukkan sebagai rumah dinas dari pegwai PT.DOK.dan Perkapalan serta PTPN Surabaya. Namun seiring berkembangnya jaman, para penghuninya sudah pindah ke tempat lain. Praktis saat ini penghuni dari Rumah Susun Irian Barat ini hanya tiga keluarga saja. Ironisnya mereka tianggal dilantai yang berbeda. Jadi satu lantai hanya diisi oleh satu keluarga saja.


Meskipun terlihat menyeramkan, namun bagi para penghuni, mereka merasa biasa saja dan selama ini memang tidak ada yang aneh-aneh. Untuk tinggal di Rumah susun tersebut para penghuni ini tidak dibebani uang sewa. Mereka hanya dibebani biaya listrik dan PDAM saja sekitar Rp300.000 hingga Rp400.000 setiap bulannya.

 

Bila Rumah susun ini bisa direstorasi dengan baik, maka warga Kota Surabaya tentu bisa mendapatkan edukasi mengenai sejarah rumah susun di Kota Surabaya. Bahkan bila ruangan-ruangan tersebut bisa difungsikan seperti sedia kala, Rumah Susun ini bisa dimanfaatkn bagi warga Kota Pahlawan ini yang sedang antri untuk mendapatkan rumah susun. (yyan) 


No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad