Saat Wali Kota Risma Diumpat dan Di Anggap Golek Rai (Mencari Muka) Oleh Seseorang - Kabar Surabaya

Breaking

Friday, November 13, 2020

Saat Wali Kota Risma Diumpat dan Di Anggap Golek Rai (Mencari Muka) Oleh Seseorang


Saat Wali Kota Risma Diumpat dan Di Anggap Golek Rai (Mencari Muka) Oleh Seseorang


Kabar Surabaya - Sebagaimana diketahui bersama, bahwasannya pada Hari Pahlawan 10 November 2020 yang lalu, di Kota Surabaya ada aktifitas demo yang dilakukan oleh para buruh dan Mahasiswa. Aktifitas demo ini merupakan lanjutan dari aksi demo sebelumnya, yaitu mengenai Undang-Undang Cipta Kerja Omnimbus Law. Demo yang berlangsung dari pagi hingga pukul 18.00wib ini berlangsung lancar tanpa adanya kerusuhan dan keributan.

 

Meskipun berlangsung lancar tanpa adanya gesekan, namun ada peristiwa yang cukup unik sesaat sebelum aktivitas demo tersebut usai. Peristiwa unik tersebut adalah kejadian dimana Wali Kota Surabaya menerobos masuk ke tengah-tengah para pendemo yang sedang melakukan orasi di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya. Orang nomor satu di Surabaya ini berjalan menerobos kerumunan massa didampingi oleh para pejabat lainnya.

 


Aksi penerobosan Wali Kota Risma ke tengah-tengah massa ini rupanya hanya ingin melakukan bersih-bersih sampah yang ada disekitar kawasan demo tersebut. Tanpa bicara sepatah katapun, beliau langsung memungut sampah yang trercecer disekitar area demo. Hal ini dilakukan karena Wali Kota Risma tidak tega terhada petugas kebersihan yang harus lembur sampai malam untuk membersihkan sampah yang ditinggalkan oleh para peserta demo.

 

Aktifitas Wali Kota Risma yang melakukan bersih-bersih sampah ini menarik perhatian peserta demo yang langsung merekamnya dengan ponsel masing-masing. Dalam waktu sekejab, berita Wali Kota Risma ini langsung viral di media online. 


Selain viral pemberitaan Wali Kota Risma yang melakukan aksi bersih-bersih sampah, beredar pula vidio dengan latar belakang orang yang melakukan umpatan khas Suroboyo dan menyindir kalau Wali Kota Risma hanya mencari muka saat melakukan aksi tersebut. Begini suara dari vidio yang beredar luas di media sosial :


" Tri Risma mrene tok..tapi gak..gak..nganu aspirasine rakyate..ndeloen  a, e..Golek rai e...e..Golek rai e,  Golek rai, Golek rai, Golek rai e, Golek rai, Golek rai. Jancok..Jancok, Jancok Golek rai Cok..e..e...e. Minggir e..minggi e..Oligarki e,,LOligarki e... Wes mrono..mrono gak usah melok mrene."

 

Kalau dilihat dari umpatannya, tentu hal ini bisa dibilang tidak sopan. Jancok memang kalimat khas Suoboyo yang bisa menyimbolkan keakraban. Namun jika kalimat ini ditujukan kepada mereka yang lenih tua, tentunya sangat tidak sopan. Sedangkan Golek Rai adalah sebutan bagi mereka yang Mencari Muka atau Mencari Perhatian. Kalau Oligarki adalah suatu sistem dimana sistem pemerintahan yang kekuasaan politiknya dipegang oleh satu kelompok elit kecil yang berasal dari masyarakat. Hal ini bisa dibedakan berdasarkan keluarga, kekayaan atau kekuatan militernya. (yyan)   

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad