Warga Kenjeran Merinding dan Ketakutan Saat Lihat Ombak Sampai Setinggi Atap Rumah
Kabar Surabaya - Saat ini Suhu udara disebagian besar kawasan Kota Surabaya ini sedang terasa panas menyengat dan membuat gerah. Namun di kawasan Surabaya Utara, tepatnya di Bulak Cumpat Kecamatan Bulak, malah terjadi sebaliknya. Hembusan angin kencang yang menciptakan ombak setinggi atap rumah, menerjang pemukiman warga yang sebagian besar profesinya adalah nelayan.
Fenomena alam berupa angin kencang dan ombak tinggi ini terjadi pada hari Rabu (11/10/2020) lalu pada pukul 21.00wib hingga pukul 02.00wib dini hari (hari Kamis). Kejadian yang sangat mendadak ini sangat mengejutkan masyarakat sekitar, terutama bagi mereka yang memiliki perahu. Hal ini karena perahu-perahu mereka masih tertambat diperairan. Apalagi saat itu para nelayan sudah bersiap untuk pergi mencari ikan, semua umpan dan peralatannya sudah dipersiapkan, ternyata tidak lama kemudia datanglah bencana tersebut.
Melihat ombak yang semakin meninggi, dan hembusan angin yang cukup kencang, para nelayan ini langsung berusaha untuk menyelamatkan perahu-perahu mereka. Dengan saling bergotong-royong, satu persatu tambang tali tambat perahu ditarik untuk dibawa ke daratan. Saking kerasnya hembusan angin, setiap perahu membutuhkan 10 hingga 15 orang untuk menariknya. Belum lagi tingginya ombak yang membuat mereka sesekali tenggelam dalam kedalaman air laut.
Serangan angin kencang dan tingginya ombak ini juga dirasakan oleh warga yang berada di pemukiman. Saking dahsyatnya ombak yang menerjang, tingginya bahkan mencapai ke atap rumah. Kondisi yang mengerikan ini sempat diseritakan oleh salah satu warga yang rumahnya terdampak oleh bencana ini.
Dari data yang dihimpun oleh Pemerintah Kota Surabaya, sedikitnya ada 39 perahu yang mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut ada 4 peragu yang tenggelam dan lainnya mengalami kerusakan berat dan ringan. Namun semus perahu tersebut sudah di cover oleh asuransi, sehingga akan langsung diperbaiki.
Irvan Widyanto selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) dan Linmas Kota Surabaya menjelaskan bahwa tanggul yang retak nantinya akan segera diperbaiki, karena berdasarkan info dari BMKG, kondisi air laut pasang maksimum masih akan terjadi lagi pada tanggal 15-17 Novermber 2020. Irvan juga mengingatkan agar nelayan untuk mengikat perahunya secara erat dan membawanya ke tepian, agar tidak terbawa oleh ombak. (yyan)
No comments:
Post a Comment