Ini Tanggapan PSSI Saat Persebaya Dan Persis Inisiasi KLB - Kabar Surabaya

Terbaru

Wednesday, October 26, 2022

Ini Tanggapan PSSI Saat Persebaya Dan Persis Inisiasi KLB

Ini Tanggapan PSSI Saat Persebaya Dan Persis Inisiasi KLB


Kabar Surabaya - Sampai saat ini, tercatat sudah 135 orang Suporter Aremania yang tewas akibat peristiwa Tragedi Kanjuruhan. Banyak pihak yang akhirnya turun tangan guna menyelesaikan kasus kemanusiaan dengan korban tewas terbanyak di Indonesia. Bahkan Presiden Jokowi sendiri juga turun ke lapangan guna memantau kondisi yang sebenarnya. Hingga akhirnya dibentuk tim pencari fakta untuk mengusust tuntas peristiwa yang terjadi sesaat setelah pertandingan antara Arema dan Persebaya.

 


Hasil dari tim pencari fakta yang dipimpin oleh Mahfud MD ini kemudian menghasilkan banyak nama yang terlibat dan harus bertanggung jawab terhadap peristiwa Tragedi Kanjuruhan. Bahkan Menteri Polhukam ini juga menyentil Ketua PSSI dan seluruh jajarannya yang enggan mengundurkan diri akibat peristiwa tersebut. 

 

Perkembangan terbaru, saat ini Kepolisian telah melakukan penahanan terhadap para tersangkan Tragedi Kanjuruhan.  Mereka adalah Akhmad Hadian Lukita Direktur utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Abdul Haris Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Arema FC, Suko Sutrisno Security Officer, AKP Hasdarmawan Danki III Brimob Polda Jatim, Wahyu Setyo Pranoto Kabag Ops Polres Malang, dan Bambang Sidik Achmadi Kasat Samapta Polres Malang Ajun Komisaris Polisi Bambang Sidik Achmadi.


Penangkapan para tersangka ini tentunya sangatlah penting, agar kasus Tragedi Kanjuruhan bisa segera terselesaikan. Mengingat sampai saat ini semua pertandingan sepak bola masih dibeekukan oleh pemerintah. Kondisi ini tentu saja sangat merugikan semua klub yang ada di semua tingkat liga, mulai liga 1 sampai ke liga 3. Dengan molornya jadwal pertandingan, maka pembiayaan klub juga semakin tinggi. Bahkan saat ini sudah ada beberapa klub yang mulai menunggak gaji para pemannya.


Kondisi tersebut akhirnya dengan tegas, management Persebaya Surabaya dan Persis Solo melakukan inisiasi untuk merombak PSSI. Intinya kedua klub tersebut menghendaki adanya perbaikan didalam sepak bola Indonesia. Bahkan tidak menutup kemungkinan untuk melakukan KLB jika memang seluruh pemilik suara sepakat. 

"Kami sama-sama sepakat ada perbaikan sepak bola Indonesia. Kami mendukung kebaikan sepak bola Indonesia. Kalau itu harus KLB ya KLB," ujar Azrul. "Harapan kami yang utama adalah memang harus ada perbaikan. Kami setuju dengan itu," ucap Azrul Ananda selaku management dari Persebaya Surabaya.


Langkah Persebaya dan Persis ini kemudian disikapi juga dengan beragam oleh klub lainnya. Seperti halnya PSIS Semarang yang setuju dengan adanya transformasi perbaikan dalam Persepak Bolaan Indonesia. Seperti halnya dengan melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa PT.LIB (Liga Indonesia Baru) demi keberlangsungan kompetisi. Mengingat  Hadian Lukita ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan. Sedangkan untuk KLB, harus dilaksanakan sesuai statuta yakni jika ada usulan dari 50% anggota PSSI atau 2/3 dari Delegasi yang mewakili Anggota PSSI,

 

Sementyara itu, Persija Jakarta tidak mendesak agar PSSI menggelar KLB, tetapi mereka mendukung transformasi sepak bola Indonesia. "Sepak bola Indonesia harus berbenah. Oleh karena itu, kami mendukung penuh proses transformasi sepak bola yang saat ini sedang dilakukan. Agar sepak bola kita menjadi lebih baik, dan dapat kembali digulirkan," ujar Muhammad Prapanca selaku perwakilan dari Persija Jakarta.
 

Menyikapi adanya suara-suara untuk menggelar KLB tersebut, PSSI dengan tegas tidak akan melakukan KLB meki hal tersebut merupakan rekomendasi dari Tim Pencari Fakta.  Akmad Riyadh selaku Exco PSSI menegaskan bahwa KLB itu urusan antara PSSI dengan FIFA. Pemerintah tidak bisa ikut campur. 

Tidak ada KLB. Untuk tahun depan juga sudah KLB. Sesuai jadwalnya saja. Sebab yang berhak minta KLB adalah anggota kami (voters)," sambung Ahmad Riyadh.


No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad