Suasana Penuh Magis Di Pelabuhan Rakyat Kalimas Surabaya - Kabar Surabaya

Breaking

Saturday, February 27, 2021

Suasana Penuh Magis Di Pelabuhan Rakyat Kalimas Surabaya


Suasana Penuh Magis Di Pelabuhan Rakyat Kalimas Surabaya


Kabar Surabaya - Sebagaimana diketahui bersama, bahwasannya Kota Surabaya ini dibelah oleh sungai yang bernama Kalimas. Sungai ini membentang mulai dari kawasan Ngagel hingga berakhir menuju ke laut dikawasan Tanjung Perak yang berada di Surabaya sisi Utara. Berkat Sungai Kalimas inilah Kota Surabaya bisa berkembang pesat menjadi kota perdagangan pada jaman dahulu.

 

Pada abad 17 hingga awal abad 20-an sungai Kalimas menjadi jalur sibuk dengan puluhan perahu yang membawa beragam komoditi. Tidak heran apabila ditepian Kalimas saat ini masih bisa ditemui beberapa tambatan tali untuk perahu bersandar. Namun karena saat ini sungai Kalimas mengalami pendangkalan dan ada banyak jembatan, maka perahu-perahu ini tidak terlihat lagi keberadannya hingga saat ini.

 


]

Dahulu, dermaga terbesar di Kota Surabaya ini berada disungai Kalimas kawasan Surabaya utara. Tepatnya di dekat lokasi yang saat ini menjadi Jembatan Merah Plaza. Karena menjadi pusat perdagangan antar bangsa, maka tidak heran kalau kawasan tersebut menjadi berkembang pesat. Banyak bangunan besar era-kolonial berdiri dilokasi tesebut, seperti gedung pemerintahan, gedung perbankan, Kantor asuransi dan banyak gedung-gedung lainnya.

 

Kemudian pemerintahan Belanda memindahkan pelabuhan tersebut ke kawasan Tanjung Perak seperti yang kita kenal saat ini. Karena memang kondisi ideal suatu dermaga membutuhkan lokasi yang lebih besar dan luas, jadi muara sungii Kalimas ini adalah tempat yang cocok.

 

Namun, jangan khawatir, jika ingin merasakan atmosfir suasana tempo dulu dimana banyak terdapat kapal-kapal yang terbangun dari kayu dengan tiang-tiangnya yang panjang, pengunjung bisa datang ke Pelabuhan Rakyat (Pelra) yang ada dikawasan Kalimas Surabaya. Disini pengunjung seakan dibawa kembali ke tahun 40-an, dimana banyak kapal-kapal Bugis dan Phinisi yang bersandar untuk melakukan bongkar muat. 

 

Meskipun terbuat dari kayu, kapal-kapal ini memiliki rute antar pulau. Mereka datang ke Pelabuhan Kalimas dengan membawa komoditi bahan-bahan pangan dan pulang ke daerahnya dengan produk-produk buatan pabrik dari Pulau Jawa.

 

Seperti yang disaksikan oleh Kabar Surabaya, kapal-kapal kayu yang hendak berangkat dari Kalimas ini tampak memuat barang seperti springbed, tandon air plastik dan tabung LPG. Jika beruntung pengunjung juga bisa melihat truk bagong yang mengangkut berbagai barang tersebut. Truk bagong ini adalah truk berwarna merah yang masih ada moncongnya dibagian kemudi.

 

Jika ingin mengunjungi Pelabuhan Rakyat Kalimas ini rutenya cukup mudah. Pengunjung bisa menempuh rute yang sama dengan bis jurusan Surabaya - Madura yang ingin menyeberang ke Kamal. Bila membawa kendaraan pribadi, Dari pintu masuk Pelabuhan Tanjung Perak maju saja sekitar 200 meter, lalu ada putar balik untuk masuk ke gerbang Pos 3.

 


Dari gerbang Pos 3 inilah pengunjung akan melewati pergudangan. Tinggal ikuti arah saja, dibalik pergudangan inilah Pelabuhan Rakyat Kalimas berada. Karena Pelabuhan adalah kawasan laut, maka suhu udara pastilah menyengat. Oleh karena itu gunakan outfit yang cocok, minimal topi agar melindungi wajah dari terik matahari.

 

Tidak ada biaya apapun untuk masuk ke pelabuhan ini. Motor atau mobil bisa langsung dibawa saja hingga ditepi laut. Pengunjung bisa parkir di sebelah pegudangan yang ada tanpa ditarik biaya parkir.(yyan)  


No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad